Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Kades Gendoh Akui Dapat Kompensasi dari Galian C

23 Januari 2021, 18: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TIDAK ADA IZIN: Jalan menuju galian C yang tutup sementara lantaran perbaikan alat berat di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, kemarin (22/1).

TIDAK ADA IZIN: Jalan menuju galian C yang tutup sementara lantaran perbaikan alat berat di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, kemarin (22/1). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

JawaPos.com - Galian C di tengah persawahan produktif Dusun Plaosan, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, yang mangkrak dan tidak direklamasi, ternyata tidak memiliki izin. Tapi, itu disetujui oleh pemerintah desa karena pengelola tambang pasir mau memberi kompensasi dengan membayar retribusi.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Gendoh, Didik Darmadi. Pada Jawa Pos Radar Genteng, Didik menyebut lokasi galian C itu berada di Dusun Plaosan, Desa Gendoh dan dibuka pada April 2020. Saat ini, tambang pasir itu dihentikan sementara lantaran pengelola terkendala alat berat yang rusak. “Di lokasi itu juga ada sawah milik perangkat desa yang dikeruk pasirnya, tapi sudah direklamasi,” ujarnya.

Didik menyebut pengelola galian C itu bernama Kiki. Selama tambang pasir itu beroperasi, Pemerintah Desa Gendoh, mendapat kompensasi berupa retribusi. Selain itu, pengelola galian C juga menjanjikan reklamasi, uang pembangunan tempat ibadah, dan perbaikan jalan yang dilintasi oleh dump truk. “Pengelola galian C itu komperatif,” dalihnya.

Ditanyai terkait izin galian C, Didik dengan tegas menyatakan pengelola tambang pasir itu belum mengantongi izin. Tapi, ia memperbolehkan adanya aktivitas galian C karena sudah sepakat dengan pemberian kompensasi tersebut. “Saya juga tahu seluruh galian C yang ada di Banyuwangi itu tidak berizin,” sebutnya.

Didik menyebut jalan di Desa Gendoh yang rusak bukan karena aktivitas galian C di desanya. Tapi, banyaknya armada dump truk galian C yang berlokasi di luar desa yang kerap melintas di Desa Gendoh. “Saya tidak bisa melarang armada dump truk melewati Desa Gendoh,” cetusnya.

Untuk galian C ini, Didik menyebut warga juga sudah sepakat karena ada kompensasi. Sehingga, ia menjamin tidak ada wraga yang resah terkait tambang pasir itu. Galian C akan kembali beroperasi jika pengelola sudah selesai memperbaiki mesin beratnya. “itu bukan mangkrak, tapi sementara tutup dan lokasi itu akan dibuka lagi,” cetusnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Banyuwangi, Anacleto Da Silva menyatakan kewenangan penindakan galian C ilegal dan pertambangan ada pada ranah Provinsi Jawa Timur. Seharusnya, pemerintah desa tidak memperbolehkan aktivitas tambang, sebab itu ilegal. “Meskipun ada kontribusinya untuk desa, tapi jika belum mengantongi izin tetap saja ilegal,” katanya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, warga Dusun Plaosan, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu resah dan khawatir dengan bekas galian C di kampungnya yang tidak direklamasi. Tambang pasir dengan luas satu hektare dan sudah tidak aktif itu, kedalaman mencapai tiga meter.

Selama galian C itu beroperasi, warga tidak pernah diberi kompensasi sama sekali. Padahal, penambang sudah mengeruk keuntungan besar dari bisnis penambangan yang dijalankan selama enam bulan itu. Sebelum dijadikan lokasi galian C, lahan itu sawah produktif. “Dulu ada kesepakan pengelola tambang pasir wajib melakukan reklamasi. Tapi sekarang dibiarkan mangkrak,” ujar Muhammad Ansori, 47, warga Dusun Plaosan, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news