Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Menghadapi Musim Kompetisi Liga "Corona" 2021

Oleh: A. Sastriono

23 Januari 2021, 16: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Menghadapi Musim Kompetisi Liga "Corona" 2021

Share this          

Kompetisi liga elit top Eropa telah berjalan ditengah pandemi Covid-19 tahun 2021 ini,  dimulai dari Bundesliga Jerman, Liga Seri A Itali, EPL Inggris, La Liga Spanyol, dan Liga 1 Prancis, (Liga Indonesia? he he masih umek dan eker-ekeran), meski ajang show para seniman bola ini harus berjalan “sepi” tanpa gegap gempita, sorak sorai, bahkan caci maki sumpah serapa fans yang begitu memekakkan teliga para pemain disepanjang 90 menit pertandingan.

Memang sungguh aneh dan waguh rasanya, namun di tengah “keheningan” stadion-stadion semegah Old Traford di Manchester, seangker Santiago Barnebue Madrid dan semodern San Siro Milan ternyata ada hal lain yang justru membuat kita merasakan nuasa baru dalam menikmati setiap pertandingan ini.

Apakah itu ? Ya, bagi anda penggemar olah raga kulit bundar yang konon merupakan olah raga paling populer di planet ini, pasti menyadarinya, di saat kondisi “sepi” ini justru kita bisa mendengar secara jelas bagaimana lantangnya the god father Antonio Conte berteriak di tepi lapangan memberikan arahan kepada Lukaku di Inter Milan, kita juga terhibur dengan siulan panjang sang maestro Jurgen Kloop di Liverpool saat memberikan arahan kepada Moh. Salah, bahkan sekarang ini kita bisa lebih jelas mendengarkan hardikan The Special One Jose Mourinho di Tottenham Hotspurs, saat Gareth Bale salah memberikan pasing ke Son Heung Min, dan yang lebih menghibur lagi adalah, sekarang ini kita tidak asing mendengar suara teriakan Ronaldo, Messi, Neymar JR, Hazzard, dan Buffon saat mereka saling berkomunikasi di lapangan, semuanya seakan memberikan “hiburan” baru di saat semua kompetisi berjalan dengan tidak normal karena pandemi si corana ini.

Sahabat, apa yang kira-kira bisa kita ambil hikmah dan pelajari dari situasi ini ?, lalu apa kira kira kaitan dengan pekerjaan kita saat ini? Baiklah mari kita coba untuk merenunginya meski dari cara dan kaca mata yang sangaaat sederhana.

Begini, saya jadi teringat akan satu materi seminar yang pernah saya ikuti, yakni menyatakan bahwa di dunia ini ada tiga hal yang harus kita sikapi dan pahami dengan baik,  dan untuk memudahkan saya dalam mengingatnya maka saya menyederhanakan tiga hal itu dengan akronim ERO.

Apa itu ERO ? Event (Kejadian), Response (Tanggapan) dan Outcome (Hasil).

Lalu...? Ya..mungkin para pengelolah Liga Top Eropa akhirnya menyadari betul bahwa Event (kejadian) pandemi ini tidak bisa dihindari, suka tidak suka, siap tidak siap, mereka harus menghadapi Covid si “gesit dan bandel” ini dengan segala upaya yang ada, semua dunia paham bahwa virus “kecil” ini belum bisa kita kuasai, bahkan sampai kapanpun belum ada yang berani memastikan berakhirnya “pagebluk” dunia ini.

Apakah kemudian mereka hanya diam dan menunggu sampai event (corana) ini hilang dengan sendirinya? Pastinya tidak, karena dengan hanya diam menunggu, maka “bisnis” olah raga dengan rating tertinggi di dunia ini pastinya akan sangat kehilangan potensi bisnis yang tidak kecil, semua pihak yang terlibat dalam putaran sepak bola ini akan benar benar terguncang secara financial, mulai dari pemain (yang harus rela di potong gajinya), sponsor baik produk dan layanan hak siar  (pasti mengurangi aktifitas keuangannya) sehingga pada ujung–ujungnya akan lebih berdampak bagi para pemilik klub.

Berdasarkan data terakhir yang ada, konon saat ini ada 5 klub elit eropa yang sampai berhutang dengan angka yang fantastis yaitu pada angka total sekitar 9,92 T, wowwww....siapa saja klub itu? Manchester United 568 juta Euro (Rp.10 T), Tottehham Hotspurs 483 juta euro (Rp.8,5 T), Inter Milan 461 juta euro (Rp.8,1 T), Atletico Madrid 384 juta Euro (Rp.6,7 T), dan Juventus 372 juta euro (Rp.6,5 T).

Bisa kita bayangkan bagaimana mereka yang terlibat bisnis olah raga ini tidak kelimpungan untuk menutupi semua kebutuhan financialnya?, nah karena mereka sadar bahwa event corana ini tidak bisa dihindari maka yang mereka lakukan adalah dengan cara me-Responsenya dengan segera.

Lalu Response terpenting apa yang dilakukan? Yaitu dengan memutuskan tetap menggelar pertandingan liga masing-masing negara, meski sementara harus tanpa penonton, tapi paling tidak Response ini Jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya diam dan menunggu.

Apa yang diharapkan dengan Response tersebut, ya..yang pasti adalah Outcomenya (hasilnya) apa hasil yang diharapkan? Pasti adalah hal positif yang berkaitan dengan perbaikan keuangan mereka. Ini Point pentingnya.

Lalu bagaimana dengan kita (dari kaca mata bisnis dan pribadi) ?

Bila dilihat dari sudut bisnis, sejatinya semua bisnis itu sama, dimana pada akhirnya adalah bagaimana bisnis itu menghasilkan keuntungan yang optimal dari usaha yang dijalankan, yang membedakan hanya pada skala dan jenis kegiatannya saja, namun yang jauh lebih penting lagi adalah bagaimana kita berfikir dan mencoba memahami setiap event yang terjadi dihadapan kita kemudian meresponsenya dengan cepat, efektif dan berdaya guna sehingga kita akan tetap mendapatkan outcome yang kita inginkan.

ingat event tidak bisa kita hindari, yang bisa dan harus kita lakukan adalah me-Responsenya dengan tepat agar memberikan Outcome seperti yang kita harapkan.

Namun kita sadarai pula bahwa efektifitas RO pada akhirnya sangat bergantung pada diri kita masing–masing, kalau Response yang kita pilih dan lakukan pada skala yang biasa-biasa saja, maka jangan berharap Outcome kita menjadi lebih baik, atau sebaliknya kalau kita ingin mendapatkan Outcome yang tinggi, maka Response yang kita pilih juga harus berkualitas.

Dengan kata lain, kalau kita ingin menjadi “pemenang” pada sebuah kompetisi, maka kita harus mengerahkan seluruh sumber daya yang kita miliki untuk menghasilkan atau menciptkan Response yang berkualitas agar Outcome kita sesuai dengan yang kita harapkan.

Masalahnya sekarang adalah kita mau me-RESPONSEnya dengan kualitas "Liga" mana? EPL kah? La Liga Spanyol kah ? Seri A Itali kah ? atau liga tarkam tingkat desa? apapun pilihanmu itu menunjukkan value dan kualitasmu.

Salam sehat..sukses,...viva...gracias campeone...forza numero uno...

*) Pemimpin Cabang Bank Jatim Banyuwangi

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news