Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Sulit Terendus, Edarkan Narkoba Pakai Sistem Ranjau

22 Januari 2021, 16: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DAPAT TANGKAPAN BESAR: Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan ratusan ekstasi yang disita dari tersangka Jhony Krisbiantoro alias JK kemarin.

DAPAT TANGKAPAN BESAR: Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan ratusan ekstasi yang disita dari tersangka Jhony Krisbiantoro alias JK kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Dari mana asal narkoba milik JK senilai Rp 619,6 juta tersebut. Jawa Pos Radar Banyuwangi mencoba melacak dari keterangan sumber tepercaya kemarin. Salah seorang mantan napi narkoba yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, asal narkoba tersebut dari luar Banyuwangi.

Tidak menutup kemungkinan, JK sebagai pengedar dari salah seorang bandar yang pernah sama-sama tinggal di penjara. Namun, dalam keterangan yang dirilis Polresta Banyuwangi kemarin, tidak menyebutkan asal barang dari Lapas Porong.

Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin menyatakan kalau asal barang dari luar Banyuwangi. Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan dari mana asal barang haram tersebut. Pengiriman barang tersebut dilakukan dengan sistem ranjau. ”Cara ini dilakukan untuk mengelabui petugas,” ujar Arman Asmara Syarifuddin.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka JK kerap menjual barang haram tersebut dengan sistem ranjau atau ditaruh di suatu tempat untuk selanjutnya diambil oleh pembeli. Tersangka juga menjual barang haram tersebut dengan cara mengecer sedikit demi sedikit dalam bentuk paket. ”Setelah transaksi, selanjutnya paket tersebut diletakkan di suatu tempat yang telah dijanjikan,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga tersangka JK ini merupakan bagian dari sindikat narkoba berskala besar. Untuk mengungkapnya, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. ”Tersangka mendapatkan barang ini dari luar Banyuwangi. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut dengan harapan bisa membongkar hingga ke akarnya,” tegasnya.

Arman menambahkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Polresta Banyuwangi. Tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Dengan ancaman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news