Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Polisi Geram Banner Larangan Balap Liar Selalu Dirusak

21 Januari 2021, 21: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SOBEK: Banner larangan balapan liar kerap dirusak. Polisi meminta kepada masyarakat untuk melapor jika mengetahui pelakunya

SOBEK: Banner larangan balapan liar kerap dirusak. Polisi meminta kepada masyarakat untuk melapor jika mengetahui pelakunya (Satlantas Polres Situbondo for JPRS)

Share this          

Berbagai upaya dilakukan polisi untuk menghentikan balap liar belum membuahkan hasil memuaskan. Belakangan, polisi memasang imbuan larangan balap liar di sejumlah titik. Tapi, setiap kali dipasang, selalu dirusak

HABIBUL ADNAN, Jawa Pos Radar Situbondo

Ada puluhan kendaraan roda dua berkumpul di Jalan raya PB Sudirman, malam itu. Tepatnya, di depan Kantor Pengadilan Negeri Situbondo. Jarum jam menunjukkan pukul 24.00. Meski sudah larut malam, kendaraan roda empat masih terlihat hilir mudik. Tapi tidak begitu ramai.

Ruas poros nasional itu memang tidak pernah sepi kendaraan meski sudah dini hari. Pasti ada yan g melintas. Tetapi, tidak seramai siang atau malam. Kondisi inilah yang dimanfaatkan sejumlah ada muda untuk balapan liar. Ketika lengang, mereka langsung tancap gas.

Aksi balap liar di malam hari ini tidak hanya di situ saja. Tetapi ada tempat-tempat lain. Satlantas Polres mencatat ada lima titik jalan raya yang kerap dippergunakan. Aksi anak-anak muda ini menimbulkan keresahan dari masyarakat.

Polisi sendiri sudah melakukan beberapa upaya untuk memncegah balapan liar tersebut. Seperti dengan melaksanakan rutin. Tetapi, itu tidak membuat “pembalap” tersebut takut. Mereka memang lari tunggang langgang ketika ada petugas keamanan datang. Tetapi, malam berikutnya akan balik lagi.

Tentang sejumlah upaya yang dilakukan kepolisian itu, disampaikan Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Indah Citra Fitriani. “Kita sudah melaksanakan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya, kita memasang banner larangan balap liar di sejumlah titik,” terangnya kepada sejumlah wartawan.

Tetapi, Indah mengakui, pemasangan banner larangan balap liar itu malah direspon dengan cara negatif. Di beberapa tempat, bannernya dirusak. “Kami melihat, memang sengaja dirusak,” ujarnya.

Perusakan banner sudah terjadi beberapa kali. Tetapi, polisi belum mengetahui pelakunya. Di lokasi pemasangaan banner larangan, tidak ada CCTV. “Kalau ditemukan, kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi untuk memberikan efek jera,” tambah Indah.

Untuk menununjukkan keseriusan membekuk pelaku itu, polisi meminta partisipasi masyarakat. Indah berharap, jika melihat ada tindakan pengerusakan, dia meminta agar langsung melapor. “Masyarakat yang tahu pelakunya akan kami beri hadiah,” imbuhnya.

Indah tidak menyebutkan hadiahnya. Tetapi dia memastikan akan memberikan penghargaan yang wajar dan pantas. ”Dengan memasang banner larangan itu, masyarakat sudah sadar untuk melaporkan ke kami. Ketika ada perkumpulan, langsung menghubungi kami,” ujarnya.   

Dia mengimbau kepada anak-anak muda untuk menghentikan aktivitas balapan liar. Di samping meresahkan, juga membahayakan. “Kami mengimbau agar mengisi kegiatan dengan hal-hal ositif,” pungkas Indah.

Silaturrahim lima bulan masa keemiminan rifai baru hari ini. astion sudah bersilartrhim. Diharapkan bantuan kampung tanggung yang dilakukan, sebagiain CSR berupa sembako. Pemilik tambak membyar iuran berkontribusi. Dipandang perlu dijamin tambak orang yag tidak bertanggung jawab bersiltrrahni keala penanggung jawab kamtibmas. (*)

UPAYA ANTISIPASI: Polisi memasang banner larangan balapan liar di titik yang sering digunakan sebagai tempat balapan

UPAYA ANTISIPASI: Polisi memasang banner larangan balapan liar di titik yang sering digunakan sebagai tempat balapan (Satlantas Polres Situbondo for JPRS)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news