Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Travelling
icon featured
Travelling
AWT Jadi Kawasan Pariwisata Nasional

Dokumentasikan Banyuwangi di Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan

18 Januari 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

GERAKKAN EKONOMI DESA: Agrowisata Tamansuruh dikonsep sebagai tempat edukasi pertanian. Mengingat semua tanaman di lahan ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar dan berbuah.

GERAKKAN EKONOMI DESA: Agrowisata Tamansuruh dikonsep sebagai tempat edukasi pertanian. Mengingat semua tanaman di lahan ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar dan berbuah. (DOK.JP-RaBa)

Share this          

Kabar baik kembali menghampiri Banyuwangi. Khususnya di bidang pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwisata Banyuwangi kembali mendapat sokongan dari pemerintah pusat. Kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini menjadi bagian program pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Sigit Hariyadi, Glagah

Yang terbaru, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal mendukung pengembangan Agrowisata Tamansuruh (AWT). Destinasi yang berlokasi kaki Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, itu akan dibangun gugusan rumah khas suku Oseng dengan arsitektur yang khas.

Sebagaimana diketahui, AWT merupakan destinasi yang memadukan pariwisata dan sektor pertanian di lahan seluas sekitar 10,5 hektare. Di lokasi tersebut dikembangkan berbagai jenis komoditas pertanian unggulan. Termasuk padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik.

Bupati Abdullah Azwar Anas menjelaskan, pihaknya telah menggelar rapat virtual bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jatim yang ditunjuk Kementerian PUPR untuk melakukan pembangunan di kawasan agro tourism tersebut. “Pemerintah pusat serius mendukung pengembangan Banyuwangi. Kegiatan ini bagian dari program pengembangan KSPN,” ujarnya.

Agrowisata tersebut juga dikonsep sebagai tempat edukasi pertanian. Mengingat semua tanaman di lahan ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar dan berbuah. Di kawasan ini masyarakat bisa belajar cara tanam dan berkebun dengan teknik yang tepat.

Anas menjelaskan, di kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah destinasi yang bisa mendokumentasikan Banyuwangi di masa lalu, masa kini, dan masa depan. “Tanpa mengubah yang sudah ada, kami telah menyusun konsep semacam Kampung Osing di sana. Ada perpaduan antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi di kawasan wisata tersebut. Nah, pusat tertarik dengan konsep yang kami tawarkan tersebut,” ujar Anas.

Di lokasi tersebut, kata Anas, akan dibangun gugusan rumah-rumah khas Suku Osing dengan arsitektur yang khas. Secara rutin terjadwal, bakal digelar kegiatan adat dan atraksi budaya, dan event lainnya. “Pengembangannya akan melibatkan arsitek Yori Antar, seorang arsitek yang dikenal dengan desain bangunan Nusantara. Kami ingin agar kawasan ini bisa menggambarkan bagaimana warisan arsitek serta tradisi Banyuwangi,” terangnya.

Dia menambahkan, di kawasan tersebut nanti akan ada banyak aktivitas yang melibatkan warga. “Bahkan juga kami rancang ada perpustakaan digital dan ruang aktivitas Smart Kampung juga. Sehingga akan ada harmoni antara moderenitas yang diwakili teknologi dengan kearifan lokal Banyuwangi. Tidak hanya menceritakan masa lalu tapi juga masa depan,” kata Anas.

Anas optimistis, ketika vaksinasi sukses, Agrowisata Tamansuruh akan semakin menggerakkan ekonomi pedesaan berbasis budaya, pertanian, dan pariwisata.

Secara terpisah, Kepala BPPW Jatim Reva Sastrodiningrat mengatakan siap mendukung pengembangan pariwisata Agrowisata Tamansuruh. “Kami siap berkolaborasi dengan tim pemkab untuk mematangkan desainnya. Target kami, Maret sudah masuk tahap lelang sehingga bisa segera kita laksanakan pembangunannya,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Yori Antar. Arsitek kondang berjuluk “Pendekar Arsitektur Nusantara” tersebut siap berkolaborasi bersama tim PUPR untuk merampungkan desain khas Banyuwangi dalam pengembangan kawasan tersebut. “Kami akan buat desain seperti harapan Pemkab Banyuwangi. Sebuah desain desa wisata yang menjual keautentikan budayanya,” pungkasnya. (aif)

Baca juga: Lansia Asal Klatak Tewas Tertindih Kursi

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP