Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Direct Export Lewat Bandara Banyuwangi, Hipmi Rancang Ekspor Perdana

15 Januari 2021, 07: 46: 28 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DISKUSI PERDANA: BPC Hipmi Banyuwangi bersama Kadin Banyuwangi saat menyambangi Dinas Perhubungan Banyuwangi, Kamis (14/1)

DISKUSI PERDANA: BPC Hipmi Banyuwangi bersama Kadin Banyuwangi saat menyambangi Dinas Perhubungan Banyuwangi, Kamis (14/1) (TOHA/RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawapos Radar Banyuwangi-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi bersama Kadin Banyuwangi menyambangi Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (14/1). Rombongan kedua organisasi ini diterima langsung Plt Kepala Dinas Perhubungan Dwi Yanto. Turut hadir, GM Angkasa Pura II, Angkasa Pura Logistik, GM Garuda Airlines, GM Citilink.

 Ketua Umum Hipmi Banyuwangi  Dede Abdul Ghany menjelaskan, kedatangannya adalah dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus sinergi program. Salah satu program strategis yang dibicarakan adalah rencana Hipmi melakukan ekspor melalui jasa perhubungan udara.

 Hal ini tidak sulit dilakukan mengingat Kabupaten Banyuwangi memiliki sarana infrastruktur bandara internasional. Fasilitas ini tentunya akan memberikan akses kepada pengusaha muda Banyuwangi untuk melakukan ekspansi produknya hingga ke mancanegara. “Nah, tinggal kita membicarakan teknisnya. Oleh sebab itu kunjungan Hipmi dan Kadin ini dalam rangka meminta dukungan Dinas Perhubungan Banyuwangi,” kata alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang ini.

Dede Abdul Ghany: Ketua Umum Hipmi Banyuwangi

Dede Abdul Ghany: Ketua Umum Hipmi Banyuwangi

 Dede mengatakan, Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam. Kondisi ini membuatnya memiliki segudang potensi ekspor, terutama dalam sektor pertanian, perkebunan, maupun perikanan. Pemerintah Daerah Banyuwangi bersama-sama dengan pelaku usaha, terus mencoba untuk mengeksplor potensi ekspor Banyuwangi.

 Dengan adanya bandara ini, para pengusaha Banyuwangi bisa melakukan direct export cargo melalui Bandara Internasional Banyuwangi. Dengan langkah ini, diharapkan Banyuwangi dapat dikenal sebagai wilayah penghasil komoditi ekspor, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah. “Mudah-mudahan bulan depan kami sudah bisa merealisasikan program perdana ekspor ini,” kata Dede.

 Dede menegaskan, dalam menghadapi era keterbukaan informasi digital dan industri 4.0 diperlukan inovasi dalam berbisnis. Oleh sebab itu, Hipmi telah merumuskan sebuah kerjasama untuk terus mendorong para pengusaha muda untuk dapat menjalankan usahanya.  "Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi titik awal kebangkitan pengusaha muda Banyuwangi terutama anggota Hipmi dapat terfasilitasi dalam mengembangkan usahanya terutama dalam menjalankan ekspor," kata pria asal Rogojampi ini.

 Hal senada dikatakan oleh Ketua Kadin Banyuwangi David Wijaya. Menurut David, sudah saatnya pengusaha muda Banyuwangi terutama anggota Hipmi mengembangkan usahanya hingga ke mancanegara. “Kami mendukung penuh Hipmi dalam upaya meningkatkan ekspor melalui bandara Internasional Banyuwangi. Kita harapkan akan muncul para pelaku ekspor yang baru. Sehingga ada diversifikasi produk atau pasar barang ekspor Banyuwangi,” kata David.

 Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan, Pemkab Banyuwangi siap mendukung direct export baik dalam hal regulasi maupun infrastruktur untuk menunjang keberhasilan direct export cargo dari Banyuwangi. Pertemuan yang dirancang bersama Hipmi ini diharapkan dapat menyatukan tekad antara berbagai komponen demi kelancaran direct export dari Banyuwangi sehingga dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Banyuwangi. “Lebih dari itu, diharapkan Bandara Internasional Banyuwangi dapat menjadi magnet baru untuk daerah sekitar Banyuwangi agar dapat ekspor melalui Banyuwangi,” kata Dwi Yanto yang juga sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Banyuwangi. (*)


(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news