Senin, 25 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

32 Anggota dan Staff DPRD Rapid Antigen, Satu Positif

14 Januari 2021, 15: 50: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TRACING: Pelaksanaan rapid tes antigen di Kantor DPRD kemarin. Rapid dilakukan karena sebelumnya ada anggota dewan positif Covid-19

TRACING: Pelaksanaan rapid tes antigen di Kantor DPRD kemarin. Rapid dilakukan karena sebelumnya ada anggota dewan positif Covid-19 (HABIBUL ADNAN/JPRS)

Share this          

JawaPos.com – Anggota dan sejumlah staf sekretariat DPRD Situbondo di rapid tes antigen kemarin (13/01). Dari 32 orang yang dirapid, satu di antaranya hasil positif Covid-19. Informasi yang diperoleh yang bersangkutan staf di sekretariat dewan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Imam Hidayat mengatakan, satu orang positif tanpa gejala. Sehingga dia tidak dilakukan perawatan di rumah sakit. “Hanya isolasi mandiri di rumahnya selama 10-14 hari ke depan,” jelasnya.

Imam mengatakan, tindakan rapid dilakukan atas permintaan DPRD. Dia menerangkan, ada beberapa anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Karena itu, perlu upaya tracing dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Virus Korona di lingkungan Kantor DPRD.

Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pemberdeayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) itu menerangkan, sebelum dilakukan rapid tes bagi anggota dan staf sekretariat, sehari sebelumnya ada penyemprotan disinfektan di Kantor DPRD. Ini untuk memastikan, bahwa gedung wakil rakyat itu tetap steril.

Imam juga menegaskan, tidak ada penutupan Kantor DPRD. Sebab, anggota dewan yang positif, saat ini sudah dinyatakan sembuh. Mereka belum masuk kantor karena masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya. “Isolasi hingga kondisinya benar-benar pulih,” tambahnya.

Anggota dewan yang positif itu, belum diketahui riyawat tertularnya. Imam mengaku, agak sulit ditelusuri. Apalagi mobilitas mereka cukup tinggi. “Merekakan banyak kegiatan. Seperti sering turun ke masyarakat, " pungkas Imam.

Sementara itu, tidak semua anggota dewan dan staf yang ikut rapid tes antigen kemarin. Dari 45 jumlah anggota dewan, yang datang tidak sampai belasan orang. Sumber wartawan koran ini menyebutkan, banyak yang tidak datang karena pemberitahuannya lambat. “Jadi, kemungkinan mereka tidak tahu,” terangnya. (bib)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia