Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Orang Tanpa Gejala Bisa Lakukan Isolasi Mandiri di Hotel

14 Januari 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

STERILISASI: Petugas Hotel Santika menyemprotkan cairan disinfektan setelah tamu check out kemarin.

STERILISASI: Petugas Hotel Santika menyemprotkan cairan disinfektan setelah tamu check out kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Pasien konfirmasi positif korona tanpa gejala atau OTG bisa menjatuhkan pilihan melakukan isolasi mandiri di hotel. Meski kurang menguntungkan dari sisi bisnis, namun isolasi mandiri di hotel sangat memungkinkan, terutama bagi OTG.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M. Yanuarto Bramuda kemarin (13/1). Dia mengatakan keberadaan kamar isolasi di sejumlah hotel menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi selama pandemi.

Saat verifikasi kelayakan hotel, Satgas Covid-19 mewajibkan hotel memiliki minimal satu kamar isolasi. Fungsinya, jika sewaktu-waktu ada temuan kasus Covid di hotel, yang bersangkutan bisa langsung dibawa ke kamar isolasi.

Syarat keberadaan kamar isolasi sama pentingnya dengan ketersediaan APD dan alat penunjang prokes di sekitar hotel. ”Itu masuk verifikasi. Sifatnya wajib di Banyuwangi, tidak hanya hotel. Tempat karaoke dan tempat wisata juga harus menyediakan minimal satu ruang isolasi,” jelas Bramuda.

Seiring berjalannya waktu, kamar isolasi di hotel mulai berkembang. Ada beberapa hotel yang disebut menyediakan paket isolasi mandiri selama 14 hari. Paket-paket itu selain membantu pasien yang ingin menjalani isolasi mandiri di tempat yang nyaman, juga menjadi salah satu solusi bagi hotel yang sepi okupansi selama pandemi. ”Ada beberapa hotel yang menawarkan paket isolasi mandiri seperti El Royale, Santika, Illira, dan Aston,” terang Bramuda.

Program tersebut sudah mulai sejak Juni 2020 lalu. Tapi baru populer akhir tahun 2020. ”Dulu orang melihat Covid sebagai sesuatu yang tabu. Berusaha menutupi, tapi sekarang orang kena Covid justru ingin segera tahu supaya bisa segera diselesaikan. Paket untuk OTG  menjadi pilihan, mereka juga mendapatkan layanan seperti makan dan cuci baju. Dan semua sudah jalan,” kata Bramuda.

Kabar keberadaan paket kamar isolasi untuk pasien OTG dibantah oleh manajemen Hotel Santika. General Manager Hotel Santika Banyuwangi Indra Muaz mengaku tidak pernah mengeluarkan paket isolasi untuk OTG.

Menurut Indra, ruang isolasi di hotel membahayakan, baik untuk bisnis perhotelan maupun keselamatan para pegawai hotel. ”Kalau ada yang meminta isolasi di sini pasti kami tolak. Yang kita jual kepada tamu adalah safety hotel. Kami menjual protokol yang lebih ketat,” tegasnya.

Menurut Indra, ruang observasi yang disediakan untuk menampung para tamu yang tidak lolos skrining ada di depan lobi hotel. Para tamu yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat Celsius akan diminta masuk ke dalam ruang observasi. ”Mereka kita biarkan dulu beristirahat antara 15 menit sampai 1 jam. Biasanya ada orang yang karena kepanasan akhirnya suhu tubuhnya naik. Kita beri air minum, kalau suhunya sudah normal baru kita persilakan masuk,” paparnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, mereka yang ada di hotel bukanlah pasien positif. Sesuai aturan, pengunjung hotel yang positif Covid tetap harus memilih untuk isolasi di Balai Diklat Licin atau di rumah sakit bagi yang bergejala. Mereka yang selama ini berada di isolasi hotel, kebanyakan adalah para pekerja dari perusahaan yang sedang menunggu hasil swab test mereka.

Ada beberapa perusahaan yang mendatangkan pekerja dari luar kota. Sambil menunggu hasil swab test keluar, para pekerja itu diminta untuk isolasi mandiri di hotel. ”Jadi hanya transit saja mereka. Isolasi sambil menunggu hasil swab, kalau sudah positif ya langsung ke rumah sakit atau balai diklat,” tandasnya. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news