Minggu, 17 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kinerja Pertanian Padi Lampaui Target

14 Januari 2021, 08: 14: 34 WIB | editor : Ali Sodiqin

SURPLUS: Bupati Anas dalam kegiatan panen padi di Desa Sukonatar, Kecamatan Srono. Kontribusi sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor penyangga utama PDB yang tumbuh positif se panjang 2020.

SURPLUS: Bupati Anas dalam kegiatan panen padi di Desa Sukonatar, Kecamatan Srono. Kontribusi sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor penyangga utama PDB yang tumbuh positif se panjang 2020. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Meski di tengah pandemi Covid-19, sepanjang 2020 sektor pertanian Kabupaten Banyuwangi mencatat pertumbuhan positif. Tak hanya mengalami surplus produksi, luasan tanam juga mengalami peningkatan.  

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB 2020 merupakan satu-satunya dari lima sektor penyangga utama PDB yang tumbuh positif sepanjang 2020. Hasil produksi pertanian khususnya padi juga mencatatkan hasil yang cukup menggembirakan, meski di tengah terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi yang dialami petani.

”Kami bersyukur meskipun tahun 2020 cukup berat bagi sejumlah sektor di daerah, sektor pertanian mampu bertahan bahkan memberikan hasil yang menggembirakan. Bahkan luas tanam padi berhasil melampaui target dan produksinya juga surplus,” ujar Anas saat melaksanakan panen padi di Dusun Karanglo, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Rabu (27/9).

Pada 2020, target luas tanam padi Banyuwangi 116.240 hektare (ha), sementara realisasi luas tanam mencapai 120.168 ha. Sedangkan produksi padi pada 2020 mencapai 788.982 ton atau surplus 341.174 ton. ”Capaian ini tentunya harus kita pertahankan bahkan tingkatkan di masa yang akan datang,” ujar Anas.

Anas menambahkan, ke depan sektor pertanian daerah juga akan terus didorong tidak hanya dari sisi produksi dan penyediaan konsumsi masyarakat, namun juga  mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor lainnya. ”Dan yang juga sangat penting, kita harus bisa menarik minat kaum milenial terjun di dunia agribisnis,” ujarnya.

Anas juga mencontohkan kolaborasi sektor pertanian dan teknologi informasi. Pada era digital ini sinergi antara petani dan kaum muda yang melek IT, diharapkan bisa mengubah image sektor pertanian menjadi sektor yang bergengsi. Munculnya startup di bidang pertanian adalah salah satu bukti bahwa sektor pertanian bisa digarap lebih menarik, efisien, dan menguntungkan.

”Banyuwangi telah mendorong tumbuhnya startup pertanian lewat Agribusiness Startup Competition (ASC) yang tiap tahun diikuti ratusan anak muda, dan diharapkan bisa menjawab tantangan pertanian di era revolusi sekarang ini,” kata Anas.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan membeberkan, produksi padi selama 2020 sebanyak 788.982 ton. ”Dari jumlah produksi tersebut, daerah surplus sebanyak 341.174 ton. Selain padi, produksi jagung daerah juga mengalami surplus produksi dengan jumlah produksi sebesar  221.237 ton,” ujar Arief. (afi/c1)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia