Jumat, 22 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

RTH Maron Ditutup, Perputaran Uang Puluhan Juta Hilang

14 Januari 2021, 14: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERGELIAT: Motor milik pengunjung RTH Maron Genteng berderet di depan warung dan usaha lain, kemarin (4/1)

BERGELIAT: Motor milik pengunjung RTH Maron Genteng berderet di depan warung dan usaha lain, kemarin (4/1) (SHULHAN HADI/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Penutupan sementara tempat wisata dan sejumlah tempat keramaian berakhir pada Minggu (3/1). Namun, sebagian destinasi wisata masih tutup karena awal pembukaan pada Senin (4/1), bertepatan dengan jadwal libur rutin

Di antara tempat keramaian yang sudah mulai buka, yakni Ruang terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Setelah ditutup sementara sejak Rabu (30/12), RTH Maron mulai dibuka kemarin (4/1). Aktivitas masyarakat dan usaha perekonomian seperti warung dan toko mulai menggeliat. ”Selama libur, kita harus menahan diri,” terang Yuli, 37, salah satu pengelola warung kelontong di RTH Maron.

Selama tutup sementara masa liburan tahun baru, terang Yuli, warungnya tutup total. Dia tidak bisa berjualan atau memindahkan dagangannya ke luar dari RTH. ”Ada yang pindah jualan, kalau saya tidak bisa,” katanya.

Selama warungnya tutup itu, banyak pelanggannya kecele dan tidak datang lagi. Yuli sempat khawatir, para pelanggannya itu kabur dan pindah ke warung lainnya. ”Pelanggan bisa hilang,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Hal serupa disampaikan Liana. Pemilik toko peralatan olahraga di RTH Maron ini mengungkapkan, meski melakukan penjualan secara online, tapi kebijakan penutupan sementara RTH Maron membuatnya tidak bisa melayani konsumen. Sebab, semua barang yang dijual berada di dalam toko. ”Meski ada transaksi online, tetap tidak bisa mengirim,” terangnya.

Widyatmoko, Ketua Bumdes Lembu Suro yang mengelola RTH Maron, Desa Genteng Kulon menyatakan, selama kebijakan penutupan sementara itu, perputaran uang di RTH Maron berhenti. ”Semua tutup, tidak ada transaksi,” ujarnya.

Widyatmoko menggambarkan jumlah pelaku usaha baik jasa maupun pedagang ada 60 pedagang. Jika setiap pedagang memiliki omzet Rp1,5 juta, maka setidaknya ada Rp 90 juta yang hilang. ”Cukup banyak, di RTH Maron geliat ekonominya lumayan tinggi,” jelasnya. (sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia