Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Lima Pembunuh Mimpi

Oleh: Jovita Yumna Kultum*

13 Januari 2021, 14: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Lima Pembunuh Mimpi

Share this          

”Tidak ada satu pun manusia yang dilahirkan tanpa sebuah impian maka terbanglah dengan impian dan harapan ke langit tertinggi dan bentangkan kesuksesan,” ungkap Aryan Haris, sang motivator dan trainer.

UNGKAPAN tersebut menunjukkan bahwa setiap manusia pasti memiliki tujuan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.

Sejak kecil manusia dituntut untuk mempunyai impian. Sejak kita masuk Sekolah Dasar (SD), impian dan cita-cita menjadi topik utama dalam sebuah perkenalan. Sehingga kata tersebut menjadi tanda tanya besar. Dari awal perjumpaan dengan seorang guru di kelas, menjadi seorang dokter, guru, bupati, polisi, tentara, hingga presiden.

Sekitar 75% siswa SD menjawabnya seperti demikian. Sedangkan sekitar 5% sisanya masih bingung akan cita-cita mereka. Seiring berjalannya waktu, pemikiran mengenai cita-cita mengalami perkembangan. Ada yang tetap teguh dengan cita-citanya. Ada yang berganti cita-cita. Atau bahkan lebih buruknya adalah kehilangan cita-cita mereka.

Sebagai bukti hasil di Indonesia terdapat sekitar 87% anak SMA yang belum memiliki cita-cita atau tujuan hidup yang jelas. Sekitar 97% mengalami masalah, lantaran antara sekolah, kerja, dan usaha tidak berjalan. Hanya sekitar 3% yang sesuai harapan orang tua dan cita-cita si anak.

Motivasi begitu erat kaitannya dengan lingkungan di sekitarnya. Jika diibaratkan motivasi sebagai gaya yang dapat membuat benda diam menjadi bergerak, maka impian adalah percepatan berdasar salah satu hukum fisika. Di mana, gaya adalah perkalian massa dengan percepatan dari pergerakannya. Maka, gaya adalah perbandingan lurus dengan percepatan. Artinya bahwa, banyaknya motivasi berbanding lurus dengan percepatan impian seseorang.

Sementara itu, Bel Pesce memahami, bagaimana orang dapat meraih mimpinya. Namun, ketika memikirkan mimpi, saya heran kenapa mimpi dan rencana kita seolah tak akan pernah terjadi. Dari situ saya sadar, bahwa ada lima hal yang membunuh mimpi kita.

Yang pertama, yakni sukses dalam semalam. Ada seorang teknisi yang membuat aplikasi ponsel dan menjualnya dengan cepat. Mendapat untung banyak. Kisah ini nyata, tapi sayangnya cerita ini tidak lengkap. Setelah saya selidiki lebih jauh, pria tadi sudah membuat 30 aplikasi sebelumnya dan menempuh pendidikan S-2 dan S-3 di bidang itu. Dan dia sudah bekerja di bidang ini selama 20 tahun.

Di Brazil juga ada kisah, di mana orang kira hal itu terjadi dalam semalam. Ada orang yang berasal dari keluarga sederhana, seminggu sebelum tenggat waktu untuk mendaftar ke RMIT, mulai proses pendaftaran dan dia berhasil masuk. Orang berpikir inilah sukses semalam. Tetapi hal itu bisa terjadi karena 17 tahun yang silam, dia serius menjalankan hidup dan pendidikannya. Kisah sukses semalam kerap kali merupakan hasil dari semua yang telah kita lakukan selama hidup sampai saat itu.

Bagian kedua: percaya bahwa orang lain memiliki jawabannya. Kerap kali orang lain membantu, benar bukan? Semua orang termasuk keluarga Anda, teman-teman Anda. Mereka memiliki pendapat akan apa yang harus kita lakukan. Jika saya menyuruh Anda berjalan melewati pipa dengan banyak cabang, dan tiap kali kita melewatinya, ada jalan lain lagi yang harus kita ambil lagi. Dan akan terus muncul jalan bercabang lainnya, hingga orang lain tidak bisa kita andalkan untuk memberikan jawabannya.

Tidak ada yang dapat memberi jawaban yang sempurna untuk hidup kita dan kita harus memilih keputusan tersebut, benar? Jalur tersebut sangat banyak dan terkadang membuat kita pusing dan itulah bagian dari prosesnya.

Tips yang ketiga, putuskan tinggal ketika ada jaminan untuk bertumbuh. Saat kehidupan kita semakin jaya, telah membangun tim yang hebat, ada gaji yang diandalkan, dan merasa bahwa saat ini adalah waktunya untuk mapan. Seperti yang dilakukan oleh Bel Pesce. Dia merilis buku pertamanya, ia bekerja sangat keras untuk mendistribusikannya di Brazil. Oleh karena itu lebih dari tiga juta orang mengunduhnya, lebih dari 50.000 orang membeli eksemplar bukunya. Ketika dia menulis lagi, beberapa jaminan telah ada walaupun ia berbuat sedikit, penjualan terlihat baik.

Mungkin, jika Bel Pesce bekerja sedikit lebih keras lagi, ratusan ribu orang akan membacanya. Dan itu sudah cukup baik. Namun jika ia bekerja lebih keras, mungkin bisa menarik angka ini pada jutaan. Dari situ, Bel Pesce memutuskan agar bukunya berada di setiap provinsi di Brazil. Sayangnya dia tidak melakukan hal itu, sehingga semua itu hanya mimpi.

Tips keempat. Memandang bawah kesalahan selalu milik orang lain. Saya senantiasa melihat orang berkata, ”Ya, saya memiliki ide yang hebat tapi, tidak ada investor yang berinvestasi”. ”Oh, saya membuat produk yang luar biasa, tapi pasarnya tidak bagus, dan penjualannya tidak berjalan baik”. Atau, ”Saya tidak dapat menemukan talenta, tim saya tidak bisa diharapkan” .

Jika kita memiliki mimpi, adalah kewajiban kita untuk merealisasikannya. Ya, mungkin sulit mencari bakat yang hebat. Ya, pasar bisa saja buruk. Namun, jika tidak ada yang berinvestasi pada ide kita, jika tidak ada yang membeli produk kita, sudah pasti ada kesalahan yang kita buat. Kita perlu meraih mimpi kita dan membuatnya menjadi kenyataan. Tak ada seorang pun yang mencapai tujuannya sendiri dan Jika kita gagal, itu salah kita sendiri dan bukan orang lain. Tanggung jawab akan mimpi-mimpi kita.

Tips yang kelima atau tips terakhir, dan juga sangat penting, percayalah bahwa satu-satunya yang penting dalam mimpi adalah perjalanan mencapai mimpi itu sendiri. Kehidupan merupakan sebuah perjalanan. Ya, kita seharusnya menikmati tujuan itu, namun orang berpikir kita memiliki mimpi dan setiap kali kita berusaha mencapai salah satunya, di situlah tempat nan ajaib di mana kebahagiaan mengelilingi. Namun, meraih sebuah mimpi adalah sensasi sementara saja, sedangkan kehidupan kita bukan.

Salah satu cara untuk mencapai mimpi-mimpi kita adalah dengan menikmati setiap langkah perjalanan kita. Itulah cara yang terbaik. Perjalanan kita sederhana Langkah demi langkah, beberapa langkah akan tepat sasaran. Terkadang kita akan tersandung. Jika tepat sasaran, rayakan karena beberapa orang sangat menantikan. Dan jika kita tersandung, ubah hal itu menjadi pelajaran. Setiap langkah menjadi suatu pelajaran atau perayaan, pasti membuat kita akan menikmati perjalanan ini.

Di tahun 2021 ini, aku sadar bahwa mimpiku untuk masuk ke dunia fisika bukanlah hal yang akan dicapai jika aku percaya bakal sukses dengan usaha semalam. Aku harus mencari jawaban sendiri atas kesulitanku. Tetap bergerak apa pun yang aku capai. Jika tidak sesuai dengan harapan, maka aku akan introspeksi kesalahan apa yang aku lakukan. Aku ingin teman-teman semua berprinsip yang sama, atau bahkan lebih baik. (*)

*) Siswi kelas XII IPA 4, MAN 1 Banyuwangi.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia