Minggu, 17 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Rutin Ditertibkan, Pengamen Tetap Marak di Muncar

13 Januari 2021, 18: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MERESAHKAN: Salah satu pengamen menghampiri kendaraan roda empat di jalan simpang empat Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (12/1).

MERESAHKAN: Salah satu pengamen menghampiri kendaraan roda empat di jalan simpang empat Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (12/1). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

JawaPos.com - Pengamen jalanan yang mangkal di jalan simpang empat traffic light Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kembali beroperasi kemarin (12/1). Kehadiran itu, dianggap meresahkan karena sering meminta paksa uang kepada pengendara, khususnya roda empat.

Selama ini, petugas Satpol PP sudah sering melakukan razia, tapi para pengamen itu tidak jera. “Padahal sudah sering dilakukan razia, tapi masih saja mengamen di jalanan,” ujar Ahmad Nur Yasin, 47, warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Warga lainnya Ruslan, 40, asal Desa Blambangan, Kecamatan Srono mengatakan, biasanya pengemen itu muncul sekitar pukul 09.00 hingga 16.00. Jika tidak diberi uang, mereka kadang memaksa dan terus berada disamping kendaraan. Dan itu, sangat mengganggu pengendara yang melintas di jalan simpang empat itu. “Kalau tidak diberi uang, mereka akan berdiri terus disamping pintu mobil. Biasanya, tidak mau diberi uang recehan Rp 500,” terangnya.

Ruslan minta petugas Satpol PP segera menertibkan para pengamen jalanan itu, agar tidak meresahkan masyarakat. Para pengamen yang sering mangkal itu, berusia muda dan masih layak bekerja. “Lebih baik ditertibkan dan diberi pelatihan kerja agar dapat bekerja,” katanya.

Kepala Desa Tembokrejo, Alpen Efendi mengatakan sudah memberi peringatan pada para pengamen di jalan simpang empat itu. Dan setelah itu, mereka tidak pernah muncul. “Kita larang mengamen, tapi solusinya belum ada, terutama dari dinas sosial,” ujarnya.

Alpen mengaku masih kebingungan menyikapi maraknya pengamen jalanan yang kembali beroperasi itu. Ia juga berharap instansi terkait segera mencari solusi, tidak hanya dilakukan penertiban. “Demi ketertiban masyarakat, akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia