Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pajak Sektor Pariwisata Lampaui Target

13 Januari 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PERLU DIGENJOT LAGI: Tempat pariwisata memberikan kontribusi terbesar dalam realisasi pendapatan asli daerah tahun lalu.

PERLU DIGENJOT LAGI: Tempat pariwisata memberikan kontribusi terbesar dalam realisasi pendapatan asli daerah tahun lalu. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Kabar menggembirakan datang dari sektor keuangan daerah. Meskipun pandemi Covid-19 melanda nyaris sepanjang tahun lalu, namun realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2020 mencapai 85,5 persen.

Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD menggelar rapat kerja dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi kemarin (12/1). Kepala Bapenda Banyuwangi Alief Rachman Kartiono hadir langsung dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Emy Wahyuni Dwi Lestari tersebut.

Alief mengatakan, target PAD pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun lalu mencapai Rp 565,19 miliar. ”Alhamdulillah, realisasinya mencapai Rp 483,22 miliar atau 85,5 persen dari target,” ujarnya.

Dikatakan, pajak daerah yang berkaitan dengan sektor pariwisata menjadi penyumbang terbesar realisasi PAD tahun lalu. Rinciannya, pajak hotel terealisasi sebesar Rp 9,67 miliar atau setara 132,98 persen dari target yang ”hanya” Rp 7,27 miliar. Pajak restoran terealisasi Rp 17,54 persen atau 137,38 persen dari target senilai Rp 12,7 miliar, serta pajak hiburan yang terealisasi 124,49 persen, tepatnya sebesar Rp 1,65 miliar dari target Rp 1,33 miliar.

Selain itu, realisasi sejumlah jenis pajak daerah yang lain, seperti pajak air tanah, pajak reklame, pajak parkir, dan pajak mineral bukan logam dan batuan, juga melampaui target yang ditetapkan. Pajak air tanah terealisasi sebesar Rp 1,79 miliar atau 116,53 persen dari target Rp 1,54 miliar. Pajak reklame terealisasi Rp 3,29 miliar dari target Rp 2,58 miliar atau 127,58 persen. Pajak parkir terealisasi Rp 814 juta atau 103,82 persen dari target Rp 784 juta, serta pajak mineral bukan logam dan batuan terealisasi Rp 122,18 persen, yakni sebesar Rp 250 juta dari target Rp 205 juta.

Namun, Alief tidak memungkiri beberapa pos pajak daerah yang lain tidak mencapai target. Misalnya Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang terealisasi sebesar 98,29 persen, yakni Rp 75,7 miliar dari target Rp 77 miliar. Selain itu pajak bumi dan bangunan (PPB) terealisasi Rp 42,31 miliar atau 92,66 persen dari target Rp 45,67 miliar dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang terealisasi 38,53 miliar atau 75,55 persen dari target Rp 51 miliar.

Beberapa pos PAD yang lain, seperti retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah juga tidak mencapai target. Rinciannya, retribusi daerah terealisasi Rp 45,3 miliar dari target Rp 69 miliar atau ”hanya” 65 persen. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi Rp 20,66 miliar atau 84,77 persen dari target Rp 24,38 miliar, serta lain-lain PAD yang sah terealisasi senilai Rp 225,66 miliar atau 83,2 persen dari target Rp 271,24 miliar.

Alief mengatakan, realisasi PAD yang mencapai 85,5 persen tersebut tergolong tinggi mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal tahun 2020. ”Dibanding daerah sekitar, realisasi PAD kita jauh lebih bagus. Karena Banyuwangi tertata, terutama di sektor wisata. Alhamdulillah di sektor pariwisata ini, baik pajak hotel, restoran, tempat hiburan realisasinya di atas 100 persen,” kata dia.   

Sementara itu, Ketua Komisi III Emy Wahyuni Dwi Lestari tidak memungkiri bahwa realisasi PAD tahun lalu relatif tinggi dan merupakan sesuatu yang menggembirakan. ”Meski demikian, jika kita lihat ke belakang, sejak 2017 sampai 2020, ternyata target PAD tidak pernah terpenuhi. Artinya, capaian yang sekarang bukan sesuatu yang harus disyukuri, karena tahun-tahun sebelumnya pun, walaupun tidak terjadi pandemi, target PAD tidak pernah terpenuhi. Namun, jika melihat daerah lain, target PAD kita ini sesuatu yang membanggakan,” ujarnya.

Selain itu, Emy juga menggarisbawahi retribusi sektor pariwisata yang tidak mencapai target. Secara umum, realisasi retribusi daerah tahun lalu ”hanya” 65 persen. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia