Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Briptu Robby Hermawan, Polisi Jago Nge-DJ

Belajar dari YouTube, Tetap Disiplin pada Siswa Asuh

13 Januari 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

JAGO MAIN MUSIK: Briptu Robby Hermawan bermain musik di halaman asrama SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng.

JAGO MAIN MUSIK: Briptu Robby Hermawan bermain musik di halaman asrama SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng. (SHULHAN HADI/RaBa)

Share this          

Briptu Robby Hermawan, anggota polisi yang tinggal di Perum Istana Brawijaya Baru ini, adalah salah satu pengasuh di SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng. Di luar tugasnya sebagai anggota kepolisian, ia mahir bermain musik, bahkan dikenal sebagai disc jockey (DJ).

SHULHAN HADI, Genteng

Siang itu, suasana lengang cukup terasa di asrama taruna SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng. Ratusan taruna yang biasanya beraktivitas di asrama, kali ini tidak tampak. Mereka masih menjalani kegiatan belajar dari rumah karena pandemi.

Suasana sunyi itu terpecah saat suara motor matik yang dinaiki Briptu Robby Hermawan memasuki lokasi asrama. Berseragam lengkap pakaian dinas lapangan (PDL) Sabhara Polri, polisi muda itu menghampiri dan menyapa. ”Maaf sedikit menunggu, barusan izin,” ujar Briptu Robby Hermawan.

Di sela-sela kegiatan pelatihan pengasuhan sekolah polisi negara Polda Jatim di SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng, Hermawan menyempatkan bertemu wartawan koran ini untuk sekadar membeberkan kegiatannya.

Sudah dua tahun ini, Hermawan menjadi salah satu pengasuh di sekolah yang dulu dikenal SPGN Pandan itu. Ia bertugas melatih dan memastikan taruna asuh bisa menjalani aktivitas dengan standar disiplin dan tradisi yang dicanangkan kepolisian. ”Setelah selesai belajar di kelas, mereka (para taruna) bagian saya,” jelasnya.

Untuk sementara ini, rutinitasnya berubah lantaran para taruna asuh masih menjalani kegiatan dari rumah dengan daring. Para taruna itu berasal dari beberapa daerah di Indonesia. ”Saya juga terus memantau, saya tekankan olahraga, kami pantau melalui Zoom,” terangnya.

Menjadi pengasuh menurut Hermawan tak lain berperan seperti orang tua. Di awal masa pendidikan selama tiga bulan, ia tidak pernah pulang meski rumahnya masih di wilayah Banyuwangi. ”Kalau kangen, istri yang mengalah dengan main ke sini,” ujarnya sembari tertawa.

Selama 2020 kemarin, masa dinas pendampingan suami Maulidiyana, 24, itu semakin panjang. Itu karena kondisi pandemi yang semakin meningkat. ”Saya baru bisa pulang Desember kemarin,” terangnya.

Tidak hanya tangkas dalam hal pengasuhan, Hermawan dikenal memiliki bakat dalam bidang musik. Tidak sekadar piawai memainkan alat musik seperti gitar, bass, dan keyboard, ia juga mahir menjadi disk jockey (DJ). Talenta ini cukup dikenal di lingkungan kepolisian. Apalagi, ia juga tergabung dalam Band Polisi Osing (BPO) yang beranggota para personel kepolisian. ”Setiap ada lepas pisah pejabat di polres, BPO sering tampil,” katanya.

Hobi bermain musik sudah dilakoninya sejak SMP. Saat itu, rasa ingin tahunya pada alat musik terus bertambah. Hampir semua alat musik dipelajari dari teman-temannya. ”Saya ingin diajari dasar-dasarnya saja,” jelasnya.

Setelah masuk SMA, rasa penasaran itu kemudian tertuju pada aktivitas seorang DJ. Karena keterbatasan alat, dia belajar secara virtual. ”Saya dulu belajarnya lewat YouTube,” ujarnya.

Di sela-sela waktu dinasnya, Hermawan atau yang dikenal sebagai ”DJ H” sering meng-cover lagu-lagu regae. Karya-karya yang dihasilkan dia unggah di kanal YouTube. Untuk mempromosikan karyanya tersebut, dia menggunakan jejaring di kepolisian. ”Saya promo secara halus, saya bilang ’Bang subscribe ya’ kepada para senior,” ujarnya.

Tidak hanya di kalangan sejawat di kepolisian, hampir semua taruna asuhnya mengetahui bakatnya tersebut. Menurut Hermawan, selama profesionalitas bisa diterapkan, hal itu tidak jadi masalah. Bahkan, saat ini banyak taruna asuh ingin diajari, tapi ia belum berani karena khawatir bisa berbenturan dengan kegiatan yang sudah ada. Sejauh ini, hanya beberapa taruna yang sudah belajar, itu pun karena untuk ditampilkan di malam keakraban. ”Taruna yang belajar ada. Tapi untuk yang lain, saya belum berani,” pungkasnya. (abi/c1)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia