Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

PLN Siapkan Listrik Khusus Buah Naga

12 Januari 2021, 20: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Krisantus Hendro Setyawan

Krisantus Hendro Setyawan (BAGUS RIO/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Kabar gembira untuk para petani buah naga yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Kini, PLN Banyuwangi menyediakan listrik untuk menyuplai penerangan lahan buah naga bagi para petani.

Selain membantu perekonomian para petani, suplai listrik penerangan buah naga tersebut juga untuk meningkatkan produksi buah naga. Selain itu, PLN Banyuwangi juga menyuplai listrik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk penerangan di tempat wisata agro.

Manager PLN UP3 Banyuwangi Krisantus Hendro Setyawan mengatakan, PLN memang mengadakan program listrik untuk buah naga. Program ini bisa dinikmati oleh para petani buah naga untuk meningkatkan produksi. ”Ini khusus para petani buah naga saja, semua petani bisa menikmati program tersebut hanya dengan menunjukkan lokasi tanamannya,” katanya.

Selain menunjukkan lokasi tanamannya, jelas Krisantus, petani yang mengajukan daya untuk penerangan tanaman buah naganya tersebut juga harus menyertakan struk pembayaran listrik rumah yang ada di sekitar lahannya. Hal tersebut untuk mempermudah petugas yang mengecek lokasi dan melakukan pemasangan. ”Listrik untuk buah naga ini termasuk pemasangan awal. Namun karena termasuk usaha, daya yang dipasang sekitar 550 VA,” terangnya.

Saat ini, masih kata Kris, lahan buah naga di Kabupaten Banyuwangi mencapai 3.659 hektare. Sedangkan untuk pelanggan PLN yang mengajukan pemasangan untuk lahan buah naga sudah mencapai 8.797 pelanggan. ”Untuk petani buah naga yang menggunakan listrik saat ini memang cukup meningkat, dari data tahun 2016 lalu hanya 486 pelanggan,” terangnya.

Manfaat listrik untuk buah naga ini memang terbukti efektif dan efisien. Penerangan bisa membuat produksi tanaman buah naga lebih cepat berkembang saat tanaman belum memasuki musim. ”Dibandingkan tanaman buah naga yang tidak pakai lampu produksinya lambat, bahkan hanya saat musim saja baru berbuah. Jika yang menggunakan lampu bisa produksi terus, bahkan saat tidak musim buah naga harganya bisa melonjak tinggi,” ungkapnya.

Krisantus menambahkan, pihaknya juga sudah menyalurkan CSR khusus buah naga. Setidaknya ada dua CRS yaitu untuk petani buah naga di Kecamatan Pesanggaran dan penerangan listrik untuk agrowisata. ”Untuk di agrowisata ini sendiri sebenarnya bisa menjadi percontohan bagi para petani buah naga. Yang mana bisa menjadi contoh cara pemasangan listrik atau kabel untuk penerangan buah naga,” jelasnya. (rio/afi/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia