Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Terdakwa Penghadangan Truk Galian C Ingin Lindungi Lingkungan

12 Januari 2021, 18: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DENGARKAN EKSEPSI: Busi’in, Sugiyanto, dan Abdullah menjalani sidang di ruang Garuda, Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin (11/1).

DENGARKAN EKSEPSI: Busi’in, Sugiyanto, dan Abdullah menjalani sidang di ruang Garuda, Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin (11/1). (BAGUS RIO/RABA)

Share this          

JawaPos.com –Sidang perkara pidana khusus pertambangan mineral dan batu bara yang menjerat tiga warga Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, kembali digelar kemarin (11/1). Agenda sidang yang dimulai pukul 16.00 itu yakni pembacaan eksepsi dari kuasa hukum ketiga terdakwa.

Ketiga terdakwa adalah Ach. Busi’in, Sugiyanto, dan Abdullah. Mereka didampingi dua kuasa hukumnya, Hendro Prastowo dan Ahmad Rifa’i. Usai eksepsi, sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Agus Pancara akan dilanjutkan pekan depan.

Setelah pembacaan eksepsi, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Robi Kurnia Wijaya, mengajukan tanggapan terhadap isi eksepsi secara tertulis. ”Sidang ditunda sepekan lagi dengan agenda tanggapan JPU,” ujar Agus Pancara sembari memukulkan palu tiga kali sebagai penutup  sidang.

Kuasa hukum ketiga terdakwa, Ahmad Rifa’i,  keberatan dengan surat dakwaan JPU. Surat dakwaan obscuur libel atau dibuat secara tidak cermat dan jelas. ”Sesuai aturan pasal 143 ayat 2 KUHP, surat dakwaan JPU seharusnya memenuhi dua syarat, yaitu syarat formil dan syarat materiil,” tegas pengacara yang akrab disapa Tedjo tersebut.

Keberatan lainnya, kata Tedjo, soal Amdal (Analisis mengenai Dampak Lingkungan) yang merupakan kewajiban pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP). ”Sebenarnya para terdakwa bukan untuk menghalangi tugas, tapi ingin melindungi lingkungannya,” tegas Tedjo.

Kuasa hukum lainnya, Hendro Prastowo menjelaskan, perkara ini seharusnya batal secara hukum. Sebab, surat dakwaan kabur mengenai delik pidananya. ”Seharusnya surat dakwaan harus memuat uraian yang disusun secara cermat, jelas, dan lengkap tentang tindak pidana yang didakwakan,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada majelis hakim untuk menerapkan agar pemeriksaan perkara dengan ketiga terdakwa dihentikan. Bahkan, memulihkan hak-hak para terdakwa dalam hal kedudukan, harkat, serta martabatnya. ”Kami akan terus menempuh jalur hukum untuk membela para terdakwa,” tegasnya.

JPU Robi Kurnia Wijaya akan menanggapi eksepsi dari kuasa hukum terdakwa. Pihaknya akan menyiapkan secara tertulis pada pekan depan. ”Satu minggu lagi akan kami tanggapi eksepsinya,” pungkasnya.

Tiga warga Alasbuluh diajukan ke meja hijau karena dianggap menghalangi truk pengangkut galian C Milik PT Rolas Nusantara.  Ketiganya dikenakan pasal 162 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Kasus galian C ditangani polisi pada tahun 2018. Namun, berkas perkara tersebut baru masuk di tahun 2019 dan baru disidangkan awal januari 2021. Ketiga terdakwa melakukan penghadangan armada truk galian C di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo pada tanggal 15 Agustus 2018 lalu. Warga menolak adanya kegiatan pertambangan dengan cara berdiri di tengah jalan. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia