Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kondisi Kejiwaan NN Mulai Membaik

Pelajar SMA yang Dihamili Sang Paman

12 Januari 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIJEBLOSKAN KE TAHANAN: SBG digelandang dari rumahnya menuju Polsek Rogojampi setelah terbongkar menghamili keponakannya pekan lalu.

DIJEBLOSKAN KE TAHANAN: SBG digelandang dari rumahnya menuju Polsek Rogojampi setelah terbongkar menghamili keponakannya pekan lalu. (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Korban asusila asal Rogojampi yang dihamili pamannya sendiri sempat syok. Namun, setelah diberi semangat oleh tetangga dan tokoh masyarakat setempat, wanita berinisial NN itu sudah berani keluar rumah.

Awalnya, perempuan berusia 16 tahun itu hanya mengurung diri di dalam rumah. Dia malu bertemu tetangga dan teman-teman sebayanya. Namun demikian, pemerintah desa memberikan perhatian terhadap korban agar tidak muncul stigma buruk di masyarakat. ”Sudah dilakukan pendampingan, tapi kami pemerintah desa juga melakukan pemantauan kondisi korban,” ungkap Kepala Desa Rogojampi Siti Djamilah.

Dijelaskan Djamilah, begitu NN dinyatakan positif hamil,  pemerintah desa telah mengambil sejumlah langkah bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Tetangga NN juga heboh. Warga sekitar bertanya-tanya siapakah orang yang telah menghamili NN. Warga akhirnya mengadu ke kepala dusun dan ditindaklanjuti oleh tiga pilar.

Dari keresahan warga itulah, pemerintah desa bersama dengan tiga pilar melakukan investigasi dengan melakukan pendekatan kepada korban. Sayangnya ketika itu korban bungkam dan sempat tidak mau mengaku.

Pemerintah desa kemudian berupaya merayu korban agar mau bercerita kejadian sesungguhnya. ”Keluarga SBG (tersangka asusila) kami undang ke kantor desa karena terjadi kegelisahan di masyarakat. Mereka tetap saja tidak mengaku,” jelas Djamilah.

Begitu pamannya pergi ke Pasuruan, NN baru mau bercerita kepada tiga pilar. Siapa yang menghamili NN akhirnya terbongkar. Dia adalah ah SBG yang tak lain pamannya sendiri. Kabar SBG menghamili keponakannya cepat tersiar di masyarakat.

Saat SBG pulang ke rumahnya, warga sudah bersiap melakukan penggerebekan. Beruntung, polisi cepat datang dan langsung menindaklanjuti laporan kepala dusun tersebut. Hari itu juga SBG digelandang ke Mapolsek Rogojampi.

Sekadar diketahui, NN diasuh dan dirawat oleh pasutri SBG dan WGN ketika masih berumur dua tahun, setelah ibu kandung NN meninggal dunia. WGN adalah adik kandung dari ibu NN. Pernikahan SBG dan WGN belum dikaruniai anak sehingga NN diasuh sebagai anak angkat.

Saat bercerita pada tiga pilar, NN mengaku sudah ditiduri pamannya sejak duduk di bangku kelas empat SD. Korban ketika itu pernah curhat dengan teman akrabnya dan mengaku sudah tak perawan lagi. Hanya saja, kala itu NN tidak mengungkap siapa yang telah merenggut kesuciannya.

Baru ketika beranjak dewasa dan ada perubahan fisik, korban kembali curhat kepada sahabat karibnya lewat WhatsApp. Ditambah lagi, korban memeriksakan diri ke salah satu bidan dan diketahui tengah hamil tiga bulan. Setelah dinyatakan hamil, NN rutin periksa ke bidan.

Kecurigaan warga akan kehamilan korban menyebar luas. Pemerintah desa turut melakukan investigasi hingga akhirnya kasus tersebut terungkap. Korban sempat syok dan memilih tinggal bersama neneknya. Namun, setelah kasus ini terbongkar korban NN kembali tinggal bersama WGN yang tak lain adalah istri SBG.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria asal Rogojampi, SBG, 38, tega mencabuli keponakannya hingga hamil empat bulan. Sang keponakan, NN, dicabuli sejak masih duduk di bangku SD. Kini NN sudah beranjak remaja. Perbuatan bejat itu terakhir kali dilakukan pada bulan Juni tahun 2020.

Ceritanya, korban sedang tidur di kamar. Datanglah SBG ke dalam kamar dan langsung mendekap tubuh korban. Korban sempat diancam akan dibunuh jika tidak mau menuruti kemauan pamannya. Korban berusaha berontak, tapi tak berdaya melawan SBG.  

Parahnya, perbuatan itu dilakukan berulang-ulang di tempat yang sama. Bila malam hari atau kondisi rumah sedang sepi, sang paman kerap ”minta jatah” kepada korban untuk melayani nafsu bejatnya.

Kasus tersebut terbongkar setelah pada bulan Oktober 2020, korban terlambat datang bulan (haid). Pihak keluarga akhirnya memeriksakan korban ke bidan terdekat dan dinyatakan jika positif hamil empat bulan. Dari situlah, keluarga NN mendesaknya untuk mengungkap pelaku yang telah menghamilinya. (ddy/aif/c1)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia