Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Perbedaan PCR, Rapid Test Antigen, dan Antibodi

12 Januari 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PROTOKOL: Petugas melakukan pengambilan sampel rapid test antigen di Rumah Sakit Al Huda, Gambiran, Banyuwangi.

PROTOKOL: Petugas melakukan pengambilan sampel rapid test antigen di Rumah Sakit Al Huda, Gambiran, Banyuwangi. (RSAH FOR RABA)

Share this          

JawaPos.com - Pemeriksaan untuk mendeteksi Virus Corona (Covid-19) semakin beragam. Masyarakat pun perlu memahami kembali perbedaan pemeriksaan aneka jenis tes tersebut.

Pemerintah maupun pengelola moda transportasi telah memberlakukan regulasi yang mewajibkan penumpang untuk memiliki surat keterangan negatif (-) pemeriksaan covid-19. Tidak hanya itu, pemeriksaan juga perlu dilakukan apabila seseorang mengalami gejala Covid-19, seperti batuk, pilek, demam, terganggunya indra penciuman, serta sesak napas. Lebih khusus, jika orang tersebut memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Manajer Penunjang Medis Rumah Sakit Al-Huda (RSAH), Fafa menjelaskan, ada dua jenis pemeriksaan yaitu swab test PCR dan rapid test. Kedua jenis pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak.  

Swab test PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah jenis pemeriksaan untuk mendeteksi pola genetik (DNA dan RNA) dari suatu sel, kuman, atau virus, termasuk Covid-19. Hingga saat ini, tes PCR merupakan tes yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendiagnosis Covid-19. Karena tingkat akurasi tes PCR cukup tinggi. ‘’Tetapi pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang cukup hingga hasilnya keluar, yaitu sekitar dua sampai tiga hari,” tambah Fafa.

Sementara itu, jenis pemeriksaan lainnya yaitu rapid test. Hingga saat ini, terdapat dua jenis rapid test yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan Covid-19. Yaitu rapid test antigen dan rapid test antibodi. “Sesuai namanya, hasil rapid test bisa langsung diketahui dalam waktu singkat. Biasanya hanya sekitar satu sampai dua jam untuk menunggu hasil pemeriksaan keluar,” ujar Fafa.

Kholiq, Petugas Swaber RSAH menjelaskan, rapid test antigen dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. Beberapa penelitian menunjukkan, pemeriksaan rapid test antigen memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan rapid test antibodi. Akan tetapi, pemeriksaan rapid test antigen dinilai belum seakurat tes PCR untuk mendiagnosis Covid-19. “Rapid test antibodi dilakukan dengan menggunakan sampel darah yang diambil dari ujung jari atau pembuluh darah,” tambah Kholiq.

Jenis rapid test ini merupakan jenis rapid test yang paling awal muncul. Namun, tes ini memiliki tingkat akurasi yang rendah dalam mendeteksi keberadaan Covid-19 dalam tubuh. Hasil pemeriksaan rapid test antibodi untuk Covid-19 dibaca sebagai reaktif dan non-reaktif.

Sementara itu, rapid test antigen harus dilakukan oleh tenaga profesional yang sudah mengetahui teknik swab dan struktur anatomi hidung dengan baik. Selain itu, petugas harus dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. "Lebih aman pemeriksaan rapid tes dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut. Bagi yang membutuhkan layanan pemeriksaan rapid tes atau pun PCR, bisa langsung datang ke Laboratorium RS AL-Huda,” pungkasnya.(*/bay)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia