Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Ipuk Ajak Kader PKK Pantau Ibu Hamil dan Balita

12 Januari 2021, 14: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TEKAN ANGKA KEMATIAN: Ipuk Fiestiandani turun tangan memantau kondisi ibu hamil dan balita di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar kemarin (11/1).

TEKAN ANGKA KEMATIAN: Ipuk Fiestiandani turun tangan memantau kondisi ibu hamil dan balita di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar kemarin (11/1). (TP PKK FOR RABA)

Share this          

JawaPos.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas turun ke lapangan kemarin (11/1). Kali ini, dia bertandang ke Desa Kumendung, Kecamatan Muncar untuk memantau kondisi ibu hamil dan balita di desa tersebut.

Dalam kunjungan tersebut Ipuk memberikan bantuan susu, vitamin, dan PMT (pemberian makanan tambahan). Tidak hanya itu, pada kesempatan tersebut dia juga meminta para kader PKK terus bersinergi dengan pemkab dalam program peningkatan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan ibu hamil dan balita, khususnya selama masa pandemi.

Ipuk mengatakan, selama masa pandemi ini program posyandu di masyarakat dihentikan sebagai upaya mengurangi risiko penularan Covid-19. Meski begitu, Ipuk terus meminta kepada kader PKK tetap memperhatikan kondisi ibu hamil dan balita selama posyandu ini vakum. ”Saya harap kader PKK turut memantau bersama kader posyandu semua potensi yang bisa mengakibatkan risiko kala hamil hingga melahirkan agar bisa diketahui sejak dini dan dipantau secara rutin. Meski tidak harus melakukan pertemuan secara berkumpul, kita bisa gunakan teknologi untuk memonitor. Termasuk pula kondisi balita,” ujarnya.

Khusus terkait balita, menurut Ipuk, hal ini harus menjadi atensi khusus pemkab sebagai investasi untuk mencetak SDM yang unggul ke depan. Untuk itu, berbagai program yang berorientasi pada pendampingan ibu hamil dan balita harus tetap dijalankan dengan berbagai kiatnya. ”Periode golden age di mana masa tumbuh kembang anak secara optimal harus jadi atensi kita semua. Jangan sampai masalah ini kita abaikan di tengah pandemi sekarang. Ini akan berdampak pada masa depan kita,” kata istri Bupati Abdulah Azwar Anas tersebut.

Ipuk pun lalu menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan saat ini tengah mewacanakan pembukaan kembali program posyandu seiring dengan proses vaksinasi yang dijalankan pemerintah. Pelaksanaan posyandu di tengah pandemi tengah dikaji oleh dinas dengan memperhitungkan segala kemungkinan dan dampaknya.

”Dinas Kesehatan (Dinkes) memang tengah mengkaji. Namun, perhatian pada ibu hamil dan balita tetap harus jadi perhatian kita semua. Banyak yang bisa kita lakukan, misal membentuk grup percakapan (WhatsApp Group) antara kader dan anggota posyandu sebagai sarana komunikasi. Bila butuh konsultasi dan perawatan, kader atau pun bidan bisa datang ke rumahnya. Jadi semua masih bisa terpantau,” tutur Ipuk.

Apa yang dilakukan kader PKK ini, lanjut Ipuk, adalah bagian upaya menekan angka kematian ibu dan bayi selama masa pandemi. Jadi, senyampang posyandu belum aktif, kader PKK harus proaktif untuk turut serta menjaga kesehatan ibu hamil. ”Meski pandemi, dengan cara ini kader PKK tetap bisa aktif melakukan pendampingan. Apa yang dijalankan ini juga untuk mencetak generasi bangsa,” kata dia.  

Secara terpisah, Kepala Dinkes dr Widji Lestariono mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian untuk mengaktifkan kembali posyandu yang sempat terhenti selama pandemi. ”Memang ada wacana untuk pengaktifan kembali, namun tetap kita kaji. Kita harus memperhatikan dan mempertimbangkan pelaksanaannya dengan protokol kesehatan yang ketat jika memang dimungkinkan untuk diaktifkan. Selama ini, sejumlah puskesmas telah melakukan pelayanan jemput bola vaksinasi balita ke rumah warga,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia