Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Dispendik Berharap Pembelajaran Tatap Muka Segera Digelar

12 Januari 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BELAJAR SENDIRI: Siswa kelas 3 SDN 1 Licin belajar di rumah ketika PTM terbatas belum bisa digelar kemarin (11/1).

BELAJAR SENDIRI: Siswa kelas 3 SDN 1 Licin belajar di rumah ketika PTM terbatas belum bisa digelar kemarin (11/1). (FREDY RIZKI/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Satgas Covid-19 Banyuwangi belum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA. Kendati demikian, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi berharap PTM segera dilaksanakan.

Kemarin (11/1) Dispendik kembali mengajukan surat rekomendasi kepada Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi agar bisa menggelar PTM dalam waktu dekat. Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno mengatakan, rencananya PTM digelar pada Senin kemarin (11/1). Berhubung salah satu syarat, yaitu surat izin dari bupati atau ketua satgas belum keluar, PTM tidak bisa digelar.

Suratno mengatakan, pihaknya tetap bersikeras mengikuti SKB 4 Menteri yang menyebut bahwa PTM bisa diselenggarakan jika memenuhi tiga syarat. Syarat tersebut adalah keterpenuhan protokol kesehatan yang ditunjukkan melalui hasil verifikasi satgas wilayah, izin dari orang tua dan komite sekolah, serta izin dari Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten.

”Insya Allah hari ini (kemarin) kita ajukan lagi. Sesuai Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/7/KPTS/013/2021 menunjukkan jika Banyuwangi tidak termasuk dari 11 kabupaten/kota yang melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kami  optimistis bisa menggelar PTM,” papar Suratno.

Prioritas Dinas Pendidikan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan semua warga sekolah. Rekomendasi yang diajukan ke Bupati Banyuwangi salah satunya berisi kebijakan yang menyasar semua komponen pendidikan. Tak hanya siswa dan orang tua, guru juga harus menjadi teladan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu di sekolah juga ada Satgas Covid-19 Sekolah yang bertugas memantau aktivitas para guru. Termasuk membatasi guru-guru yang memiliki komorbid atau sudah berusia di atas 50 tahun untuk tidak mengajar terlebih dahulu. Dispendik memberikan kesempatan kepada guru yang benar-benar sehat untuk mengajar. ”Sekolah juga harus pastikan kalau guru yang mengajar semuanya sehat. Kita sempat akan sarankan guru untuk rapid test dulu, tapi ini masih kita pertimbangkan,” jelas Suratno.

Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih menambahkan, sembari menunggu keluarnya aturan PTM, pihaknya sudah menyiapkan langkah untuk men-support pembelajaran daring di sekolah. Tak hanya infrastruktur berupa layanan wifi di sekolah, tapi juga menyediakan anggaran bagi siswa yang tidak memiliki kuota agar bisa membeli pulsa. ”Ada yang dari dana BOS, tapi untuk siswa kita ambilkan dari dana SAS supaya pembelajaran lancar,” ungkapnya

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin sejumlah sekolah masih belum menggelar PTM. Bahkan, beberapa sekolah di daerah pinggiran perkebunan (seperti SDN Tamansari dan SDN Tamansuruh) menutup rapat pintu-pintu kelasnya. Siswa belajar sendiri di rumah, baik dengan metode daring maupun mengerjakan LKS. ”Siswa belum masuk sekolah. Semua siswa disuruh mengerjakan tugas di rumah,” kata Putri, siswi kelas 3 SDN 1 Licin. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia