Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Kisah Para Polisi Naik Pangkat di Awal Tahun

AKP Datik Tetap Jalani Tugas meski Hampir Pensiun

12 Januari 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

AKP Datik Tetap Jalani Tugas meski Hampir Pensiun

Share this          

Kenaikan pangkat bagi personel Polri memang sangat digadang-gadang bagi seluruh anggotanya. Kenaikan pangkat menjadi sebuah kebanggaan bagi setiap anggota Polri.

BAGUS RIO, Banyuwangi

Pekan lalu sebanyak 120 personel Polresta Banyuwangi menjalani upacara kenaikan pangkat. Kenaikan merata di semua pangkat. Mulai brigadir satu, brigadir, bripka, hingga perwira berpangkat Ipda, Iptu, dan AKP.  

Upacara kenaikan itu dilaksanakan serentak oleh seluruh anggota Polri di wilayah Polda Jatim lewat virtual. Yang menarik, usai menjalani upacara kenaikan pangkat, mereka disemprot air dari kendaraan water cannon di halaman Mapolresta Banyuwangi.  

Upacara kenaikan pangkat di tengah pandemi Covid-19 memang mengubah segalanya. Padahal sebelum pandemi, prosesi kenaikan pangkat selalu didampingi oleh anggota Bhayangkari atau keluarganya. Kali ini,  prosesi kenaikan pangkat berubah total.

Hal ini disampaikan oleh Brigadir Andhi Fanus yang baru naik setingkat menjadi Bripka. Padahal, biasanya dalam momen sakral itu, dirinya selalu ditemani oleh sang istri. ”Biasanya saya sama istri mendampingi, tapi kali ini sendirian. Kami hanya bisa sujud syukur atas semuanya,” kata Andhi Fanus.

Anggota Satlantas Polsek Muncar itu mengaku kenaikan pangkat kemarin menjadi pengalaman yang tak terlupakan selama menjadi anggota Polri. Dia sudah menunggu momen kenaikan pangkat itu selama enam tahun. ”Saya kena yang program enam tahun,” ujarnya.

Selama enam tahun itu, semuanya dilalui saat bertugas di Polsek Muncar. Selain menjadi anggota Lantas Polsek Muncar, Andhi juga menjadi Bhabinkantibmas Tapanrejo. ”Saya tetap terus mengabdi untuk masyarakat meski harus lama menunggu,” terangnya.

Penuturan serupa diungkapkan Aipda Efendi Suryanto. Untuk kenaikan pangkat ini, Efendi harus menunggu lima tahun. Selama lima tahun menyandang pangkat Bripka, Efendi berdinas di Polsek Songgon. ”Perjalanan lima tahun itu tidak singkat. Saya sudah menjadi penyidik dan akhirnya menjadi petugas Propam di polsek,” ungkapnya.

Selama menjadi penyidik, Efendi menangani berbagai perkara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dari sekian kasus tersebut, yang paling menarik adalah pembunuhan di Desa Sragi pada tahun 2018 lalu. ”Semuanya sebenarnya menarik, yang jelas walaupun menunggu lama saya tetap melakukan kinerja yang baik,” terangnya.

Apa yang disampaikan Efendi juga dirasakan Iptu Wignyo Asmoro. Mantan Kanitreskrim Polsek Tegaldlimo itu sudah keliling ke sejumlah tempat. Wignyo yang menempuh pendidikan di Pusdik Brimob Watukosek pada tahun 86/87, mendapat tugas pertama  di Polda Irian Jaya. ”Sekarang menjadi Polda Papua,” ujarnya.

Pada tahun 2000 itu, dia dinas ke Polres Banyuwangi sebelum menjadi Polresta. Di tahun 2001, Wignyo menjadi anggota Polsek Purwoharjo hingga tahun 2007. ”Selanjutnya saya di Reskrim Polsek Pesanggaran dan tahun 2009 pindah ke Polsek Tegaldlimo,” ungkapnya.

Di Polsek Tegaldlimo, dia hanya menjalani tugas selama setahun. Di tahun 2013, Wignyo ditugaskan di Paurmin Satsabhara area Banyuwangi hingga tahun 2017. Selanjutnya mutasi ke Paurlog Subbagsarpras Polresta Banyuwangi hingga 2018. ”Setahun berjalan saya pindah lagi ke Kanitreskrim Polsek Tegaldlimo. Di sana saya bertugas selama dua tahun. Saat ini menjalani tugas di Polsek Bangorejo,” kata Wignyo.

Pengalaman bertugas di sejumlah tempat membuatnya memiliki skill yang mumpuni. Berbekal pengalaman itu, Wignyo mampu menyelesaikan cukup banyak masalah yang di lingkungan kerjanya. ”Saya tidak menetap, selalu pindah-pindah tempat tugas. Jadi cukup untuk mengambil ilmu dan pengalaman,” jelasnya.

 Kenaikan pangkat juga dialami AKP Datik Hariati. Kanitdikyasa Satlantas Polresta Banyuwangi naik pangkat dari Iptu ke AKP. Polisi kelahiran Nganjuk itu bergabung dengan Polri sejak usia 20 tahun. ”Penempatan saya langsung di Polresta Banyuwangi. Awalnya, saya satu-satunya polisi wanita yang bertugas di Polres Banyuwangi,” ungkapnya.

Datik masih merasakan bertugas di Polresta lama yang kini ditempati mal pelayanan publik. Ketika berpangkat Ipda, Datik menjabat Kanitdikyasa hingga sekarang. ”Saya mungkin hanya satu tahun saja menikmati AKP,” imbuhnya.

Polwan kelahiran tahun 1964 akan mengakhiri tugas sebagai anggota pada Januari 2022. Meski begitu, dia akan terus berkarya. ”Semoga saya sampai pensiun di Banyuwangi. Rencananya setelah pensiun akan kembali ke kampung halaman di Nganjuk,” pungkas Datik. (aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia