Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Sembako
icon featured
Sembako

Bawang Putih dan Merah Harga Terendah

11 Januari 2021, 20: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DINAMIS: Pedagang bawang merah dan putih di Pasar Induk Genteng 1 menyortir bawang merah dan  putih sebelum dijual ke pelanggan, kemairn (10/1).

DINAMIS: Pedagang bawang merah dan putih di Pasar Induk Genteng 1 menyortir bawang merah dan putih sebelum dijual ke pelanggan, kemairn (10/1). (SHULHAN HADI/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Di tengah lesunya ekonomi, dua komoditi utama untuk bumbu dapur bawang putih dan bawang merah harganya terus merosot. Di Pasar Induk Genteng, kemarin sore (10/1), harga untuk grosir bawang putih mencapai Rp. 16 ribu per kilogram, sebelumnya Rp. 17 ribu per kilogram.

Untuk harga grosir bawang merah yang sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 18 ribu per kilogram. “Sekarang harga bawang merah dan bawang putih cenderung menurun,” terang Abdul hamid, 62, salah satu pemilik lapak sembako di Pasar Induk Genteng.

Menurunnya harga bawang merah dan bawang putih itu, terang dia, diduga karena daya beli masyarakat yang yang lesu akibat pendemi Korona. Selain itu, stok juga cukup banyak. “Sekarang ini harga banyak yang turun,” terangnya.

Ditambahkan Ika Devi, 23, salah satu penjaga lapak bawang merah dan putih, meski harga terbilang turun, tapi daya beli juga berkurang. Jika dihitung, pembelian di lapaknya mencapai separo dibandingkan saat kondisi normal. “Kalau biasanya terjual tiga ton dalam per hari, sekarang hanya 1,5 ton per hari,” terangnya.

Salah satu pemasok bawang merah dan putih, Andre Habibi mengungkapkan turunnya harga dua jenis bumbu ini tidak berkaitan dengan regulasi impor bawang putih, maupun kondisi panen di sejumlah tempat penghasil bawang merah. Tapi, karena kemauan pasar akibat momen libur akhir tahun. “Bukan masalah impornya,” jelas warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng ini.

Menurut Andre, saat libur tahun baru banyak pedagang menutup lapaknya. Setelah libur akhir tahun, banyak di antara pedagang yang memiliki stok. Sehingga, secara otomatis harga tertekan. “Yang punya stok dibuka bersamaan, jadi harga murah,” terangnya.

Harga bawang merah dan bawang putih ini, jelas dia, berada di titik terendah dari harga-harga yang ada. Diperkirakan, dalam waktu yang tidak lama, harga ini kan kembali merangkak naik. “Ini harga terendah, setelah ini sepertinya akan naik lagi,” jelasnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia