Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Jatah Pupuk Bersubsidi Naik

11 Januari 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MUSIM TANAM  PADI: Tahun ini alokasi pupuk bersubsidi kembali dinaikkan menjadi 59.511 ton. Dnegan tambahan kuota ini, petani tak lagi kesulitan mendapatkan pupuk.

MUSIM TANAM PADI: Tahun ini alokasi pupuk bersubsidi kembali dinaikkan menjadi 59.511 ton. Dnegan tambahan kuota ini, petani tak lagi kesulitan mendapatkan pupuk. (SYAIFUDDIN M/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Kabar gembira bagi kalangan petani di Banyuwangi. Tahun ini kabupaten ujung timur Pulau Jawa mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2020 lalu Banyuwangi “hanya” mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 38 ribu ton. Namun, karena terjadi kekurangan pasokan pemkab mengajukan kuota tambahan. Hasilnya, alokasi pupuk bersubsidi ditambah menjadi 49.335 ton. Sedangkan tahun ini, alokasi pupuk bersubsidi kembali dinaikkan menjadi 59.511 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, pengajuan alokasi pukul bersubsidi untuk Banyuwangi menggunakan acuan tahun 2019. “Jadi alokasi pupuk tahun 2019 menjadi acuan kita. Karena tahun 2019 kita mendapatkan pupuk urea sebanyak 61 ribu ton. Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan dibanding tahun 2020,” ujarnya.

Arief menyebut, di tahun ini terjadi penambahan 10.117 ton dari tahun 2020. Penambahan jatah alokasi pupuk bersubsidi di Banyuwangi ini disesuaikan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok elektronik (e-RDKK). ““Harapannya kebutuhan pupuk petani tahun ini yang sudah diajukan berdasar e-RDKK, semoga cukup,” kata dia.

Arief menambahkan, tidak hanya pupuk urea yang mendapatkan jatah tambahan. Sejumlah jenis pupuk bersubsidi lain, seperti SP36 meningkat menjadi 14.662 ton dari sebelumnya sebanyak 6.041 ton. Pupuk subsidi jenis ZA juga mengalami penambahan menjadi 20.548 ton, sedangkan sebelumnya “hanya” 14.823 ton.

Di sisi lain, pupuk NPK Phonska mengalami penurunan dari 29.319 ton di tahun 2020 menjadi 29.319 ton tahun ini. Menurut Arief penurunan ini lantaran  masih ada sisa di tahun 2020. “Pupuk organik granul tahun 2021 juga turun, kita hanya dapat 9.563 ton, sedangkan tahun 2020  kita mendapat 11.864 ton. Karena ini juga pemanfaatan oleh petani, petani lebih memilih membuat sendiri, sehingga ada pengurangan alokasi untuk kita,” imbuhnya.

Banyuwangi juga mendapatkan jatah pupuk organik cair di tahun 2021 sebanyak 18.285 ton. “Artinya kebutuhan yang lain bisa dicukupi dengan pupuk organik cair ini,” tandas Arief.

Saat ini, imbuh Arief, pihaknya masih merencanakan pembagian jatah pupuk di masing-masing kecamatan. “Untuk masing-masing desa nanti kita berikan kepada distributor untuk mengatur itu, didasarkan pada e-RDKK. Jadi desa itu akan mengatur didasarkan pada usulan petugas kami yang ada di lapangan," pungkasnya. (sgt/aif)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia