Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Momo, Eks Pembalap Dirikan Sekolah Racing

Kuncinya Disiplin dan Tetap Jaga Stamina

11 Januari 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERLATIH KERAS: Para pembalap asuhan Didik Momo menjalani latihan di ”sirkuit” Marina Boom setiap hari Senin.

BERLATIH KERAS: Para pembalap asuhan Didik Momo menjalani latihan di ”sirkuit” Marina Boom setiap hari Senin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

Aktivitas pembalap road race Banyuwangi terus bergeliat dalam beberapa bulan terakhir. Mereka rutin berlatih di ”sirkuit” Marina Boom. Di balik eksistensi mereka, ada peran eks pembalap road race nasional. Dia adalah Didik Gunawanto.

FREDY RIZKI, Banyuwangi

DUNIA balap sepertinya tak bisa ditinggalkan oleh lelaki yang akrab dipanggil Didik Momo tersebut. Mantan pembalap nasional itu sempat gantung setir setelah menikah pada 2004 silam. Pria kelahiran Malang itu sempat banting setir menjalani bisnis jual-beli sapi.

Tapi, Didik merasa aktivitas tersebut bukan dunianya. Pria yang menikah dengan orang asli Banyuwangi itu sempat mendirikan toko onderdil kendaraan bermotor (speed shop). Di situlah Didik mulai bisa menemukan gairah hidup. Sampai kemudian tahun 2016 lalu, ada seorang pengusaha dari Wongsorejo yang memintanya untuk melatih pembalap motor cross.

Kebetulan pengusaha tersebut ingin pembalap yang ada di klubnya  bisa berprestasi. Didik pun mengiyakan tawaran tersebut. Selama empat tahun dia melatih beberapa pembalap muda. Bapak dua anak itu sukses membawa mereka menjuarai even Kejurkab. "para pembalap muda itu saya latih di sekitar Waduk Bajulmati. Alhamdulillah dari yang belum pernah juara akhirnya bisa menjuarai Kejurkab. Ada yang menjadi juara empat tahun berturut-turut," kata pria berusia 49 tahun tersebut

Keberhasilan Didik rupanya tercium oleh beberapa pegiat balapan road race. Didik diminta untuk membina pembalap road race di Banyuwangi. Tak butuh waktu lama, Didik pun bersedia. Dicarinya kesempatan untuk bisa meminta izin kepada pengelola Pantai Boom. Harapannya  pembalap road race bisa berlatih di sana. Bak gayung bersambut, Didik diizinkan untuk berlatih di Pantai Boom.

Pada akhir Tahun 2020, latihan pembalap road race bisa difasilitasi di Pantai Boom. Setiap hari Senin mulai pukul 10 pagi sampai 5 sore, masyarakat yang berkunjung ke Pantai Boom bisa menyaksikan para pembalap berlatih. Seolah kembali ke dunia yang membesarkanya, mantan pembalap road race Indonesia yang menempati peringkat ke delapan di ajang Asean Road Race 1998 itu pun langsung bersemangat terus melatih.

Sebelum latihan, Didik kerap turun menata 300 ban bekas yang dijadikan pembatas dan penanda sirkuit. Didik mengatakan, ada lebih dari 70 pembalap road race yang kerap ikut berlatih di Pantai Boom. Sementara ini, Didik baru fokus ketiga orang pembalap. "Ban itu kita beli dengan cara  iuran bersama teman-teman yang lain. Kita kumpulkan lalu kita belikan ban untuk latihan. Selesai latihan kita ringkesi lagi," kata Didik.

Merasa bisa kembali ke habitatnya, Didik mengaku ingin memberikan kontribusi maksimal kepada dunia balap motor di Banyuwangi. Apalagi, Banyuwangi memiliki banyak bakat pembalap yang luar biasa. Hanya saja, karena tidak diwadahi dengan baik, para pembalap itu kerap berurusan dengan penegak hukum saat berlatih di jalan raya. "Tiga pembalap saya mentori khusus. Lainya hanya saya pantau. Kalau ada yang kurang pas cara belok atau menyetirnya ya saya ingatkan," kata suami dari Siska Zulfiana.

Meski balap motor dikenal sebagai hobi yang memerlukan ketangkasan mengemudikan sepeda motor, Didik memberlakukan hal berbeda kepada anak asuhnya. Dia  mendidik para pembalap yang tergabung dalam Didik Momo Racing School yang dibinanya layaknya atlet. Pola disiplin terus diterapkan . Didik selalu menekankan agar para pembalap tetap menjaga fisik. Mereka tak diperbolehkan begadang, tetap menjaga pola tidur dan pola makan. ”Meski tidak ada balapan fisik, para pembalap tetap prima,’’ kata Didik.

Pemegang peringkat 6 Kejurnas Road Race 1999 itu mengatakan, kedisiplinan menjaga fisik adalah salah satu kunci bagi pembalap untuk bisa tetap fokus dalam berlatih. Selama melatih pembalap, kebiasaan menjaga fisik tetap dia terapkan cukup ketat. "Kita ingin Banyuwangi disegani. Itu target saya. Bisa mengangkat nama pembalap Banyuwangi di kejuaraan-kejuaraan balapan," harapnya. (aif)

WAJIB DISIPLIN: Didik Momo saat masih menjadi pembalap road race nasional.

WAJIB DISIPLIN: Didik Momo saat masih menjadi pembalap road race nasional. (DIDIK MOMO FOR RABA)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia