Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Sembako
icon featured
Sembako

Imbas Kedelai Mahal, Perajin Tahu Perkecil Ukuran

11 Januari 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MENIPIS: Mulyadi memotong tahu menjadi lebih kecil agar bisa untung saat harga kedelai meroket di Desa Yosomulyo, Kecamatan gambiran, kemarin (10/1).

MENIPIS: Mulyadi memotong tahu menjadi lebih kecil agar bisa untung saat harga kedelai meroket di Desa Yosomulyo, Kecamatan gambiran, kemarin (10/1). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

JawaPos.com - Melonjaknya harga kedelai impor dalam beberapa minggu terakhir, memengaruhi produksi perajin tahu di Banyuwangi selatan. Untuk meminimalisir kerugian, mereka terpaksa memperkecil ukuran tahu, kemarin (10/1).

Itu terpaksa dilakukan agar pelanggan tidak hilang, sedang harga tidak dinaikkan. Saat ini, harga kedelai sudah mencapai Rp 9.400 per kilogram. “Harga kedelain sudah hampir Rp 10.000 per kilogram, ini mahal sekali,” cetus Mulyadi, 32, perajin tahu asal Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.

Mulyadi mengaku, biasanya memproduksi satu ton kedelai. Tapi saat ini, hanya hanya satu kuintal saja. Selain itu, satu kotak tahu produksi dijual Rp 34.000 dengan isi 100 biji. Tapi sekarang, ukuran tahu diperkecil agar dapat mencukupi biaya operasional. “Ukuran tahu lebih kecil, dikurang sekitar dua centimeter,” ungkapnya.

Mneurut Mulyadi, jika harga tahu dipaksakan naik, itu akan berdampak pada pelanggan. Ia memastikan pelanggannya tidak akan akan membeli tahu dan beralih ke lainnya. “Saat ini produsen tahu bisa dikatakan sedang sekarat,” katanya.

Bila harga kedelai tetap tinggi, ia bersama perajin tahu lainnya berencana mogok produksi. Sebab, bila diteruskan tidak akan mendapat untung, tapi malah bisa rugi. “Sekarang saja hanya untung sedikit, kami bersyukur masih bisa membayar upah pekerja,” cetusnya.

Ia berharap pemerintah hadir dan menekan kenaikan harga kedelai impor tersebut. Sehingga, para perajin bisa bekerja dengan baik dan tidak kehilangan pelanggan. “Tidak ada pilihan lain, jika harga kedelai semakin naik, kami akan tutup usaha,” katanya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia