Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Prangko & Surat

Surat Tercatat Disukai, Jarang Pakai Prangko

10 Januari 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PERJUANGAN: Deretan prangko serial Ir Soekarno yang sangat populer di awal masa kemerdekaan.

PERJUANGAN: Deretan prangko serial Ir Soekarno yang sangat populer di awal masa kemerdekaan. (BAYU SAKSONO/RABA)

Share this          

JawaPos.com - Sebelum muncul layanan komunikasi digital, masyarakat menggunakan jasa pengiriman surat untuk berkirim pesan jarak jauh. Di masa itu, PT Pos Indonesia sudah memproduksi bermacam prangko sebagai bukti jasa pengiriman pos. Namun kini, prangko kian sulit ditemukan.
 
Tak heran, prangko cukup asing bagi anak-anak milenial saat ini. Prangko makin langka seiring dengan surutnya aktivitas surat-menyurat. Meski sudah tergerus perkembangan zaman, ternyata prangko masih diterbitkan dan masih berfungsi hingga saat ini.

”Untuk prangko masih ada dan tersedia, tapi layanan kiriman surat dengan menggunakan prangko saat ini sudah jarang ditemui peminatnya,” ungkap Kepala Kantor Pos Banyuwangi Vicky Vidianto.

Pengguna jasa pengiriman prangko saat ini rata-rata adalah korporasi seperti lembaga, perkantoran, dan sekolah (TK/SD). Sedangkan untuk perorangan (pribadi), sangat jarang dijumpai seseorang yang menggunakan jasa pengiriman dengan menempelkan prangko.

Sebab, surat yang dikirimkan hampir pasti bersifat penting. Sehingga, pengirim pribadi kebanyakan menggunakan layanan tercatat atau prioritas karena ingin cepat sampai dan bisa dilacak. ”Makanya jika ada surat pribadi dokumen rata-rata beralih ke tercatat, layanan prioritas cap pos dan resi bukti terima yang bisa untuk di-tracking atau dilacak,” katanya.

Sementara layanan biasa dengan menggunakan prangko sudah sangat jarang. Meski harga prangko untuk pengiriman sangat murah, yakni mulai harga Rp 3 ribu. Namun, surat yang dikirim dengan prangko tidak bisa di-tracking atau dilacak update. Sehingga pengirim tidak bisa mengetahui informasi posisi surat yang dikirim sudah sampai mana. ”Tahu ya setelah ada konfirmasi dari penerima,” jelas Vicky.

Vicky tidak menyalahkan perkembangan zaman saat ini di mana masyarakat sudah mulai meninggalkan prangko. Namun, pihaknya mengaku akan tetap berusaha untuk survive di era perkembangan zaman yang semakin canggih ini. ”Kantor Pos selalu membuat inovasi-inovasi terbaru agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” pungkasnya. (ddy/bay/c1)

TERBANYAK: Setumpuk koleksi bermacam jenis prangko seri Presiden Soeharto yang populer di era 1980-an.

TERBANYAK: Setumpuk koleksi bermacam jenis prangko seri Presiden Soeharto yang populer di era 1980-an. (BAYU SAKSONO/RABA)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia