Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Sembako
icon featured
Sembako

Yuk! Manfaatkan Lahan Kosong di Sekitar Rumah

08 Januari 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PASOK PASAR BALI: Bupati Anas, Sekkab Mujiono, Asosek Guntur Priambodo, dan Kadis Pertanian Arief Setiawan memanen singkong di Karangsari, Sempu.

PASOK PASAR BALI: Bupati Anas, Sekkab Mujiono, Asosek Guntur Priambodo, dan Kadis Pertanian Arief Setiawan memanen singkong di Karangsari, Sempu. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Bupati Abdullah Azwar Anas terus mendorong warga untuk mengembangkan pertanian organik dengan memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan. Bukan hanya bermanfaat menjamin ketahanan pangan, ini juga bisa menjadi sumber perekonomian masyarakat.

Ketahanan pangan memang menjadi salah satu perhatian Pemkab Banyuwangi, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Pertanian organik merupakan sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. ”Ini bisa menjadi alternatif lapangan pekerjaan dan pendapatan di masa pandemi, karena pangan menjadi kebutuhan paling mendasar setiap orang,” ujarnya kemarin (7/1).

Sebelumnya, Anas mengunjungi Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Di desa tersebut terdapat Kelompok Masyarakat (Pokmas) Citra Lestari yang anggotanya memanfaatkan pekarangan menjadi area tanaman pangan melalui program Pekarangan Pangan Lestari (PPL). Lahan pekarangan di desa tersebut ditanami berbagai tanaman organik, seperti ubi, kacang tanah, tomat, cabai, terong, jahe, temulawak, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Anas juga menyerahkan bantuan pupuk organik cair pada Pokmas Citra Lestari. ”Program seperti ini bisa menjadi kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat untuk budi daya berbagai jenis tanaman melalui kegiatan kebun bibit, demplot, pascapanen, serta pemasaran,” ujarnya.

Menurut Anas kecenderungan saat ini, terutama di masa pandemi, masyarakat lebih hati-hati dalam memilih makanan. Masyarakat masa kini lebih memilih bahan-bahan makanan yang organik. ”Saat ini masyarakat terutama di perkotaan cenderung lebih memilih makanan yang organik. Meskipun harganya mungkin lebih mahal. Karena itu pekarangan organik yang dikelola langsung oleh warga seperti ini bisa dikembangkan,” kata dia.

Anas lalu mencontohkan aktivitas lain warga di Desa Karangsari, Sempu yang berhasil menanam kelengkeng di lahannya. Ada puluhan pohon kelengkeng jenis new crystal di lahan seluas satu hektare tersebut.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Banyuwangi Arief Setiawan menambahkan, kelengkeng jenis new crystal merupakan salah satu kelengkeng unggul. ”Rasanya manis seperti matoa. Airnya tidak bikin serak atau batuk,” ujarnya.

Di Desa Karangsari Anas juga ikut memanen singkong bersama petani. Ubi kayu ini ditanam di lahan seluas 9 hektare dan banyak memasok pasar Bali.

Ditambahkan Anas, pihaknya akan mendorong Dinas Pertanian untuk melakukan pembudidayaan tanaman dengan cara memanfaatkan lahan atau pekarangan. Diversifikasi tanaman semacam itu bisa meningkatkan ketahanan warga. ”Program semacam ini bisa dijadikan program desa karena hasilnya jelas, yaitu memenuhi kebutuhan pangan dan menambah ekonomi rumah tangga terutama di masa pandemi seperti saat ini,” tambahnya.

Anas juga meninjau jaringan irigasi tersier (JIT) di desa tersebut. Bupati yang akan memasuki masa purna tersebut mengatakan, JIT sangat penting karena akan berdampak pada meningkatnya produktivitas pertanian. ”Efek yang langsung dirasakan petani yakni adanya penambahan indeks tanam. Yang tadinya hanya bisa sekali setahun, menjadi dua kali atau lebih,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia