Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Jelang Tatap Muka, Satgas Covid-19 Kelurahan Mulai Verifikasi Sekolah

07 Januari 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

VALIDASI: Tim Satgas Covid-19 Kelurahan Penganjuran mengecek kesiapan PTM terbatas di SDN 4 Penganjuran kemarin.

VALIDASI: Tim Satgas Covid-19 Kelurahan Penganjuran mengecek kesiapan PTM terbatas di SDN 4 Penganjuran kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Setelah Dinas Pendidikan Banyuwangi melakukan verifikasi persiapan sekolah-sekolah menuju pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, kemarin (6/1) giliran Satgas dari kelurahan yang bergerilya. Mereka melakukan validasi untuk memastikan kesiapan sekolah.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, selain memeriksa peralatan pendukung protokol kesehatan, satgas kelurahan juga berkeliling memastikan poster-poster himbauan sudah terpasang. Mereka mengelilingi semua fasilitas yang ada di dalam kelas. Setelah itu, satgas juga mendatangi kantor sekolah untuk memeriksa penggunaan Dana BOS. Untuk memastikan apakah sekolah juga sudah memasukan program pencegahan covid 19 di sekolah dalam anggaran pembiayaan sekolah.

"Untuk wilayah saya ada 11 sekolah. 5 SD dan 6 TK, semuanya kita periksa. Ada 40 indikator yang ditetapkan sesuai acuan dari Satgas Covid kecamatan,"kata Lurah Penganjuran, Ambyah. Dia menambahkan, jika Satgas kelurahan yang terdiri dari petugas puskesmas dan pegawai kelurahan bertugas memeriksa sekolah dari jenjang SD dan TK. Sedangkan untuk jenjang SMA dicover langsung oleh satgas Kecamatan.

Kepala Korwilkersatdik Kecamatan Banyuwangi, Purwanto menambahkan sebenarnya sekolah-sekolah di wilayahnya sudah lama mengajukan diri untuk divisitasi. Tapi akhirnya baru pekan ini tim satgas kembali bergerak. Purwanto mengatakan, selama masa persiapan ini sekolah diminta untuk menyiapkan surat pernyataan kesediaan dari orang tua dan komite sekolah. Namun jika ada orang tua yang masih belum berkenan, Purwanto mengatakan jika hal itu tidak menjadi masalah.

Sekolah tetap wajib memberikan materi kepada siswa yang belum bisa mengikuti PTM terbatas melalui pendidikan secara daring. Meski nanti sekolah sudah dinyatakan siap untuk menggelar PTM, mantan Kasi SD Dispendik Banyuwangi itu menjelaskan bahwa gong pelaksanaan pembelajaran tetap ada pada surat edaran dari Bupati,

Sesuai dengan arahan dari Kemendikbud, PTM pada semester genap ini tetap bisa digelar namun mengacu pada kebijakan masing-masing kepala daerah. Terkait kondisi penyebaran virus korona di kecamatan Banyuwangi yang masih cukup tinggi, Purwanto menyebutnya sebagai acuan pertimbangan untuk Korwilkersatdik. Jika sampai pekan depan kasus masih tinggi, maka sekolah yang memulai PTM akan dibatasi.

Tidak serentak seluruhnya dalam satu kecamatan. Purwanto sendiri akan menyiapkan skenario satu sekolah di masing-masing gugus. Jadi nanti hanya ada beberapa SD saja yang memulai PTM. "Mungkin kita mulai dari sekolah Inti dulu. Baru setelahnya kalau dalam seminggu tidak ada kendala, akan kita kembangkan untuk membuka lebih banyak sekolah,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Penganjuran, Setyaningsih mengaku sudah mempersiapkan diri terkait semua skenario yang akan diterapkan dalam PTM pekan depan. Apalagi sekolahnya termasuk sekolah inti yang berpotensi memulai pembelajaran lebih awal. "Dari dana BOS juga sudah kita siapkan untuk mendukung Protokol Kesehatan. Kita siap ikuti semuanya,"pungkasnya.(fre/aif)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia