Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Ketua Lazisnu Sembuh dari Covid-19

Sebulan Jalani Isolasi, Berat Badan Langsung Turun 7 Kilogram

06 Januari 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

LAWAN COVID-19: Imron Rosyadi dengan selang oksigen saat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Blambangan beberapa waktu lalu.

LAWAN COVID-19: Imron Rosyadi dengan selang oksigen saat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Blambangan beberapa waktu lalu. (IMRON FOR RABA)

Share this          

Hingga Selasa kemarin (5/1), jumlah warga Banyuwangi yang terpapar Covid-19 menembus angka 4.185. Sebanyak 3.538 pasien dinyatakan sembuh dan 413 orang meninggal. Dari ratusan pasien yang sembuh, salah satunya adalah Imron Rosyadi.

DEDY JUMHARDIYANTO, Banyuwangi

Selama sebulan penuh, Imron Rosyadi harus bergelut melawan Covid-19 yang dideritanya. Rasa sakit dialami mulai dari gejala demam tinggi, sesak napas, hilang nafsu makan, hingga berat badannya turun tujuh kilogram.

Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Blambangan ditambah isolasi mandiri, Imron kembali bugar. ”Saya tidak tahu  tertular dari mana. Padahal saya sudah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Mulai memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ungkap pria berusia 36 tahun tersebut.

Warga Jalan Garuda Nomor 6, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi itu berbagi pengalaman serangan Covid-19 yang dialami. Imron mengaku awalnya tubuhnya kurang fit disertai batuk, flu, meriang, tenggorokan kering, dan badan terasa sakit semua. Kondisi itu dirasakannya selama sepekan.

Sempat dikira hanya sakit demam dan batuk biasa, Imron pun memeriksakan diri  ke dokter. Dia sempat diberi tindakan suntik. Setelah diperiksa dan disuntik, kondisinya berangsur membaik dan cukup sehat. Namun, dia merasakan gejala yang mengarah Covid, yakni gangguan indera penciuman. ”Kala itu indera penciuman saya kurang normal. Lidah saya juga hilang rasa. Hingga akhirnya saya memberanikan diri melakukan swab,” kenangnya.

Pada Kamis 19 November 2020, Imron akhirnya melakukan swab. Hasilnya dia dinyatakan positif Covid oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banyuwangi. Padahal ketika periksa kondisi kesehatannya sudah cukup baik.

Begitu divonis positif Covid, Imron sempat minta izin kepada petugas untuk isolasi mandiri di rumah. Permintaan itu dikabulkan oleh pihak puskesmas. Setelah sehari isolasi mandiri di rumah, pada hari kedua kesehatannya kembali menurun. Kemudian dia berkonsultasi dengan Puskesmas Sobo hingga akhirnya disarankan untuk opname di rumah sakit. ”Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan opname karena kondisi tubuh sangat lemas dan mengalami kesulitan bernapas,” kata bapak dua anak ini.

Imron langsung dijemput dan dirawat di ruang isolasi RSUD Blambangan dengan status pasien positif Covid-19 gejala sedang. Selama dirawat, keluarganya tidak boleh membesuk. ”Selama dirawat di ruang isolasi RSUD Blambangan, saya dirawat dengan baik dan profesional oleh petugas kesehatan,” ujarnya.

Petugas kesehatan hanya masuk ke ruang isolasi tiga kali dalam sehari semalam untuk pemeriksaan dan pengobatan. Terkecuali ada beberapa kondisi keadaan darurat, tim medis akan masuk ke dalam ruangan rawat inap.

Setelah dirawat selama enam hari di ruang isolasi, kondisinya semakin membaik. Imron pun  diizinkan pulang oleh dokter. Kendati begitu, Imron tetap diharuskan melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Selama sakit dan menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Blambangan, berat badannya turun hingga tujuh kilogram.

Selepas pulang dari RSUD Blambangan, dia tetap melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dengan tetap dipantau oleh petugas puskesmas dan berkoordinasi dengan dokter RSUD Blambangan. Imron juga proaktif melakukan kontrol kesehatan di RSUD Blambangan.

”Saat kontrol kedua dan dilakukan pemeriksaan rontgen paru-paru oleh dokter. Alhamdulillah, paru-paru saya dinyatakan bersih dari Covid-19. Saya diberi surat keterangan sehat bebas dari Covid-19 oleh RSUD Blambangan,” ungkap lelaki yang juga Ketua Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama Banyuwangi ini.

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, pada Rabu 16 Desember 2020 lalu, Imron melakukan swab ulang. Lagi-lagi hasilnya dinyatakan negatif dari Covid-19. Walaupun sudah dinyatakan sehat, dia menyebut kondisi tubuhnya tidak sama seperti saat belum terinfeksi Covid-19.

Imron pun mengaku banyak mengambil hikmah dari serangan Covid-19 tersebut. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan Covid-19 dan alangkah baiknya menuruti imbauan pemerintah. ”Ini bukan penyakit atau virus biasa. Saya sudah mengalami sendiri. Butuh perjuangan keras untuk melawan agar bisa sembuh,” tuturnya.

Perjuangan sembuh dari Covid-19 adalah jalan yang tidak mudah dilalui. Imron menjadi satu dari puluhan orang yang dinyatakan sembuh dari virus asal Wuhan tersebut. ”Sangat berat perjuangan melawan Covid-19. Padahal, masih dalam kondisi sedang sudah sangat luar biasa. Apalagi yang kategori parah dan memiliki penyakit bawaan, mungkin lebih dahsyat lagi. Tetapi berkat seluruh doa, Alhamdulillah saya bisa melewati proses yang sangat berat ini,” tuturnya.

Imron berharap warga Banyuwangi yang kini masih sehat, untuk selalu patuh terhadap anjuran pemerintah. Caranya dengan menaati protokol kesehatan secara ketat dan sungguh-sungguh. Selain itu, kata Imron, diam di rumah masing-masing juga menjadi solusi agar penyebaran korona tak meluas.

”Tetap diam di rumah, jaga kesehatan, jaga kebersihan terutama tangan, dan pakai masker. Cuci tangan sesering mungkin, makan minum teratur, minum vitamin. Insya Allah kita bisa melewati pandemi ini dengan selamat. Yang terpenting jangan panik,” tandas lelaki yang juga Ketua Takmir Masjid Nur Yasin Fatimah, Kelurahan Pakis ini. (aif/c1)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia