Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Vaksin Covid-19 Tahap Pertama untuk 6.006 Tenaga Kesehatan

Diperkirakan Tiba di Banyuwangi 22 Januari

06 Januari 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TEMPAT MENYIMPAN VAKSIN: Vaksin Sinovac untuk Banyuwangi baru diterima tanggal 22 Januari nanti. Dinkes sudah menyiapkan cold chain sebagai tempat penyimpanan vaksin di Dinkes, Puskesmas, maupun rumah sakit.

TEMPAT MENYIMPAN VAKSIN: Vaksin Sinovac untuk Banyuwangi baru diterima tanggal 22 Januari nanti. Dinkes sudah menyiapkan cold chain sebagai tempat penyimpanan vaksin di Dinkes, Puskesmas, maupun rumah sakit. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Vaksin Covid-19 sudah tiba di Jawa Timur awal pekan ini. Jika tidak meleset dari jadwal, vaksin tersebut akan tiba di Banyuwangi pada 22 Januari nanti.

Kepala Dinas Kesehatan dr Widji Lestariono mengatakan, sesuai informasi awal vaksin akan tiba pada Jumat (22/1) dari provinsi ke Banyuwangi. Masih belum pasti berapa jumlah vaksin yang akan dikirim.

Dinkes diminta untuk melakukan verifikasi data tenaga kesehatan (nakes). Hingga kemarin (5/1) sudah 93,9 persen atau 6.006 nakes yang sudah diverifikasi oleh Dinkes. ”Ini sudah menuju 100 persen, kita harap semua nakes tidak ada yang ketinggalan,” kata dokter yang akrab disapa Rio tersebut.

Nakes yang memperoleh prioritas pertama vaksinasi adalah semua tenaga yang bekerja di fasilitas kesehatan. Mulai dokter, perawat, bidan, sopir ambulans, dan apoteker termasuk petugas administrasi. Baik itu yang bekerja di rumah sakit pemerintah, swasta, klinik, laboratorium, puskesmas, maupun apotek.

Untuk persiapan awal, Dinkes juga menyiapkan sarana pendukung seperti tenaga vaksinator, perlengkapan seperti swab, kapas, alkohol, dan APD. ”Itu yang kita lakukan persiapannya. Sebelumnya kita sudah punya dua vaksinator dari 45 puskesmas. Minggu ini akan ada tambahan lagi tiga vaksinator dari masing-masing puskesmas dan rumah sakit. Nantinya satu puskesmas punya lima orang vaksinator,” tegas Rio.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi itu  mengaku sudah menyiapkan cold chain sebagai tempat penyimpanan vaksin di Dinkes, puskesmas, dan rumah sakit. Saat vaksin tiba, semuanya sudah bisa langsung disebar ke masing-masing titik tujuan. Rio menambahkan, cold chain yang ada di rumah sakit dan puskesmas adalah tempat penyimpanan vaksin-vaksin umum seperti polio, campak, dan BCG. Kebetulan, karakteristik vaksin Covid-19 buatan Sinovac mirip dengan vaksin umum lainnya.

Vaksin Sinovac bisa disimpan di cold chain dengan suhu antara 8–2 derajat Celsius. Hal itu yang dijadikan pertimbangan pemerintah pusat untuk lebih memilih vaksin Sinovac. ”Bayangkan kalau kita pakai merek lain seperti Pfizer yang butuh pendingin dengan suhu minus 71 derajat Celsius. Tidak mungkin bisa disimpan di puskesmas, Dinkes saja tidak punya pendingin seperti itu. Jadi, ini sesuai kemampuan kita,” kata  Rio.

Meski nantinya vaksin sudah tiba, kemungkinan proses vaksinasi belum bisa langsung dilakukan. Hal itu berlaku secara nasional. Pemerintah masih menunggu izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM.

Barulah nanti kalau izin itu sudah keluar, proses vaksinasi bisa langsung dilakukan. Minimal, vaksin sudah tersedia di masing-masing lokasi. ”Ini bentuk komitmen tinggi dari pemerintah pusat. Nanti begitu izin keluar, kick off vaksinasi baru bisa dimulai. Sementara yang penting terdistribusi dulu,” tegas Rio.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Puskesmas Sobo, tampak sudah disiapkan ruangan khusus untuk penyimpanan vaksin, termasuk untuk proses vaksinasi. Kepala Puskesmas Sobo Dadang Tripitoko mengatakan, secara tenaga dan fasilitas pihaknya sudah siap untuk melakukan vaksinasi. Tinggal menunggu juknis dari Dinas Kesehatan atau pemerintah pusat sebagai acuan dalam perawatan vaksin tersebut. ”Ruang vaksinator sudah kita siapkan, termasuk pelatihan gelombang kedua pada 11 Januari nanti kita juga sudah siap,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia