Minggu, 24 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Bermodal JKN Untuk Proteksi Diri di Masa Pensiun

25 November 2020, 10: 18: 32 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

INVESTASI KESEHATAN: Lili Supartiyem (64), pensiunan PNS Guru sejak tahun 2007, investasi kesehatan untuk proteksi diri di masa pensiunannya. Program JKN-KIS berkontribusi penting bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

INVESTASI KESEHATAN: Lili Supartiyem (64), pensiunan PNS Guru sejak tahun 2007, investasi kesehatan untuk proteksi diri di masa pensiunannya. Program JKN-KIS berkontribusi penting bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. (BPJS Kesehatan Banyuwangi For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Lili Supartiyem (64) adalah pensiunan PNS Guru yang sudah menikmati masa pensiunannya sejak 13 tahun yang lalu. Ia mengisi waktu pensiunnya dengan mengelola penginapan dan klinik pengobatan alternatif di wilayah Banyuwangi.

“Saya sudah 13 tahun pensiun, tepatnya 1 April 2007. Saat ini, saya menikmati masa-masa pensiun saya dengan mengelola penginapan dan membuka klinik pengobatan alternatif juga,” ujarnya.

Memiliki investasi berupa penginapan dan klinik, Lili mengungkapkan, bahwa ia juga harus memiliki investasi kesehatan untuk proteksi diri di masa pensiunannya. Karena, sakit bisa datang secara tiba-tiba. Seperti mendiang suaminya yang menghembuskan nafas terkahirnya pada tahun 2019 lalu, karena pembuluh darahnya pecah secara tiba-tiba dan harus mendapat penanganan di rumah sakit selama 8 hari.

“Investasi dalam bentuk asuransi kesehatan juga sangat penting, apalagi di masa-masa pensiun seperti ini. Sakit itu bisa datang secara tiba-tiba, seperti Almarhum suami saya yang tahun lalu harus berpulang karena, tiba-tiba pembuluh darahnya pecah. Beruntung, saat itu ia sudah terdaftar menjadi JKN-KIS dari PNS saya, sehingga, selama 8 hari di rumah sakit, tidak ada biaya apapun dan pelayanannya juga sangat baik sekali,” ungkap Lili.

Lili terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, saat ia masih aktif bertugas menjadi seorang guru dan iuran yang ia bayarkan adalah sebagian dari gajinya. Namun, ia tidak pernah merasa rugi dan ia sangat ikhlas jika iurannya dipakai untuk yang lebih membutuhkan.

“Saya sudah punya kartunya waktu masih aktif menjadi guru, jadi sudah puluhan tahun saya membayar iuran dari gaji saya. Saya bangga menjadi peserta JKN-KIS yang iurannya saya bayarkan dari gaji saya. Saya juga sangat ikhlas dan tidak pernah ada kata rugi dalam diri saya. Saya berkeyakinan, kalau iuran ini akan menjadi bekal saya kelak di akhirat,” kata Lili.

Lili berharap, ia bisa terus dalam keadaan sehat dan iurannya untuk peserta lain yang sedang sakit. Ia juga menambahkan, bahwa JKN-KIS bisa terus berkontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Ingin saya, saya terus dalam keadaan sehat dan iurannya untuk yang sakit. Saya juga berharap, kalau JKN-KIS ini bisa terus berkontribusi buat masyarakat lain yang butuh,” tutupnya.

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia