Sabtu, 16 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Darah Tinggi Terkontrol Berkat JKN-KIS

25 November 2020, 10: 00: 32 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

RUTIN KONTROL: Santolik Abdul Muntholib (61), seorang wiraswasta yang terdaftar menjadi peserta JKN-KIS kelas 3 (tiga) sejak tahun 2019. Rutin kontrol ke Klinik untuk penyakit darah tingginya guna mencegah timbulnya penyakit dan ingin hidup sehat kedepan.

RUTIN KONTROL: Santolik Abdul Muntholib (61), seorang wiraswasta yang terdaftar menjadi peserta JKN-KIS kelas 3 (tiga) sejak tahun 2019. Rutin kontrol ke Klinik untuk penyakit darah tingginya guna mencegah timbulnya penyakit dan ingin hidup sehat kedepan. (BPJS Kesehatan Banyuwangi For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat), terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta yang sudah terdaftar. Seperti Santolik Abdul Muntholib (61) Seorang wiraswasta yang terdaftar menjadi peserta JKN-KIS kelas 3 (tiga). Ia mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2019 dan rutin membayar iuran setiap bulannya.

“Saya pertama daftar itu waktu tahun 2019 dan langsung memilih kelas tiga. Sampai sekarang, iurannya saya rutin bayar setiap bulan,” Kata Tholib.

Ia selalu berkunjung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (klinik) satu minggu sekali untuk kontrol darah tingginya dan tidak ada biaya apapun. Hal itu ia lakukan, agar tidak terjadi hal yang tidak ia inginkan dan selalu dalam keadaan sehat.

“Saya selalu kontrol ke klinik setiap satu minggu sekali agar darah tinggi saya bisa terkontrol dan tidak ada biaya sama sekali. saya kan punya darah tinggi, jadi, saya harus bisa kontrol darah tinggi saya. kalau tidak, saya khawatir terjadi hal yang tidak saya inginkan nantinya,” Ujarnya.

Tholib ingin selalu dalam keadaan sehat dan iuran yang ia bayarkan itu untuk peserta lain yang membutuhkan. Bahkan, iurannya tidak memberatkan dirinya, karena, ia mengungkapkan, bahwa iuran yang dibayarkan tidak akan sebanding dengan biaya pengobatan penyakit berat.

“Saya kepengen terus sehat, kalau iuran yang saya bayarkan tiap bulannya biar menjadi penolong buat orang lain yang lebih membutuhkan. Soalnya, untuk penyakit berat itu biayanya sangat mahal. Kalau saya, cukup di klinik saja dan tidak ingin sampai masuk rumah sakit. Alhamdulillah sampai sekarang masih diberi kesehatan,” Ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa lebih baik mencegah dan tidak bosan datang ke dokter. Daripada nanti tiba-tiba terkena penyakit yang berat. “Saya mendingan terus datang ke dokter, daripada nanti harus terkena penyakit yang berat. kan lebih kita mencegah, sebelum hal yang tidak diinginkan datang kepada kita,” Jelas Tholib.

Tholib berharap, Program JKN-KIS bisa terus semakin maju dan berkembang karena, masih banyak masyarakat lain yang membutuhkan. Kemudian untuk peserta mandiri lainnya, agar bisa membayarkan iuran setiap bulannya, agar kepesertaannya terus aktif dan bisa menolong peserta lain yang membutuhkan.

“Saya berharap, buat JKN-KIS bisa semakin maju dan berkembang. biar, masyarakat lain yang membutuhkan bisa terbantu nantinya. Terus, jangan lupa bayar iuran setiap bulannya,” tutupnya.

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia