Minggu, 24 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Masyarakat Diminta Stop Main Layangan di Hari Coblosan Bupati

24 November 2020, 16: 48: 42 WIB | editor : Ali Sodiqin

PICU LISTRIK PADAM: PLN mengimbau warga tidak bermain layang-layang pada hari coblosan tanggal 9  Desember nanti.

PICU LISTRIK PADAM: PLN mengimbau warga tidak bermain layang-layang pada hari coblosan tanggal 9 Desember nanti. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Masyarakat Banyuwangi punya hajatan pada 9 Desember mendatang. Di hari itu, para pemilik hak suara bakal menyalurkan hak konstitusional guna memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati periode mendatang.

Berbagai persiapan pun telah dan terus digeber. Bukan hanya kesiapan logistik pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup), para penyelenggara hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS) juga telah disiapkan, baik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Lebih dari itu, dukungan agar coblosan terselenggara dengan sukses juga datang dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pihak PLN UP3 Banyuwangi memastikan pada hari ”H” tidak akan ada pemadaman listrik.

Untuk itu, pihak PLN juga berharap dukungan semua pihak agar pada hari ”H” coblosan tidak terjadi gangguan jaringan yang bisa mengakibatkan pemadaman listrik. Termasuk imbaun untuk tidak bermain layang-layang.

Kepala PLN UP3 Banyuwangi Krisantus Hendro Setyawan mengatakan, aliran listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok pilbup. Misalnya untuk penerangan maupun untuk pengeras suara saat penghitungan suara. ”Pada prinsipnya PLN mendukung terus. Tidak akan ada pemadaman saat proses pemungutan dan penghitungan suara pilbup,” ujarnya.

Di sisi lain, Krisantus meminta dukungan semua pihak untuk meminimalkan potensi gangguan yang dapat mengakibatkan pemadaman listrik. Termasuk potensi gangguan jaringan akibat layangan. ”Kami sudah menyurati Bupati Abdullah Azwar Anas dan ditembuskan ke Kapolresta, Dandim, Ketua DPRD, Ketua Bawaslu, Ketua KPU, dan Sekkab untuk mendukung kami agar imbauan bermain layangan untuk sementara diberhentikan bisa bersama-sama dilakukan,” kata dia.

Sebab, kata Krisantus, selama ini gangguan aliran listrik akibat layangan masih kerap terjadi. Contohnya terjadi di wilayah Singojuruh akhir pekan lalu. ”Jadi, imbauan ini kami harap didukung segenap pihak, sehingga ada saat pelaksanaan pilbup, terutama saat pemungutan dan penghitungan suara tidak terjadi pemadaman listrik,” harapnya.

Krisantus menuturkan, kalaupun tetap bermain layangan, hendaknya tidak mengikat layang-layang di pohon. Sehingga potensi gangguan aliran listrik bisa diminimalkan. ”Sekali lagi, kami memastikan pada hari H pilbup tidak melakukan pemadaman listrik. Kalaupun terjadi pemadaman tanpa ada informasi, itu adalah gangguan. Maka dari itu, kami mengharap dukungan semua pihak agar pada saat coblosan tidak terjadi gangguan aliran listrik,” pungkasnya.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia