Minggu, 24 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kapolresta Minta Semua Paslon Hentikan Kampanye Hitam

23 November 2020, 08: 47: 28 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

Kapolresta Minta Semua Paslon Hentikan Kampanye Hitam

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Maraknya black campaign (kampanye hitam) mendapat perhatian serius dari Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin. Orang nomor satu di jajaran Polresta Banyuwangi itu mengajak masyarakat untuk tidak melakukan kampanye hitam. 

Arman meminta semua pasangan calon untuk tidak menggunakan atau memfasilitasi penggunaan kampanye hitam. “Cara-cara itu merusak demokrasi dan menimbulkan permusuhan,” terangnya.

Dia meminta agar semua tim sukses tidak macam-macam untuk berpikir menggunakan kampanye yang menyalahi norma, etika, kesantunan di masyarakat. “Jika sampai menyalahi unsur pidana, kami tidak akan segan-segan menindaknya,” tegasnya.

Menurut Arman, kampanye hitam dalam ajang Pilbup tidak memperlihatkan intelektualitas. Kampanye hitam hampir sama dengan hoax yang justru memperlihatkan rendahnya intelektualitas.  ”Pilbup itu mencari sosok pemimpin yang baik sesuai pilihan masyarakat. Pemimpin yang mempunyai kredibilitas, profesionalitas, inovatif, visioner, serta membawa kemajuan bagi daerah,’’ tegas mantan Wadireskrimsus Polda Jatim itu.

Dijelaskan Arman, kampanye hitam bukanlah cara berdemokrasi yang sehat karena tidak memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat. Di sisi lain, kampanye hitam juga tidak akan memberikan pengaruh apa pun kepada pasangan calon (paslon). Sebaliknya, black campaign justru bisa menurunkan kepercayaan masyarakat. ”Hampir sama dengan berita hoax yang informasinya hanya sepihak dan tidak memiliki kekuatan yang bisa dipegang atau dipercaya sepenuhnya,’’ tegasnya.

Masyarakat, lanjut Arman, sebaiknya tidak mudah percaya dan mengikuti ajakan oleh kelompok atau seseorang yang hanya menyajikan kabar tidak pasti. “Masyarakat harus memahami dan jangan mudah percaya dengan hasutan, kabar yang belum pasti masih katanya-katanya,” pesan perwira polisi dengan tiga melati di pundak tersebut. 

Arman mengajak masyarakat Banyuwangi untuk bersuka cita dalam ajang pesta demokrasi Pilbup. Jadikan Pilbup sebagai ajang untuk menuangkan inovasi dan kreativitas yang baik dan positif. “Pilbup ini ajang pesta rakyat, sebaiknya diisi dengan hal-hal yang baik pula dengan tidak men-judge atau mematikan karakter,” terangnya.

Menurut Arman, Pilbup kali ini yang dibutuhkan bagaimana paslon mampu menyuguhkan program kerja yang terukur. Masyarakat hendaknya bisa mencermati program, visi, dan misi calon pemimpin daerah. ”Banyuwangi membutuhkan kondusivitas dalam rangka menjaga perekonomian dan iklim investasi. Sebagai daerah pariwisata membutuhkan rasa aman, nyaman, sehat dan damai,” pungkasnya. 

Seperti diketahui,  belum lama ini muncul spanduk maupun banner yang isinya menyudutkan salah satu paslon cabup. Spanduk tersebut dipasang  di sejumlah titik. Tak seberapa lama, tulisan bernada provokatif tersebut hilang dengan sendirinya. Ada yang diturunkan warga maupun Satpol PP. Dalam ajang Pilbup yang kurang 16 hari lagi ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kampanye hitam.

(bw/ddy/aif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia