Minggu, 24 Jan 2021
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Berkat JKN JKIS, Lahir Cesar Gratis

22 November 2020, 16: 14: 37 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BAHAGIA: Ernawati (21) warga Lingkungan Lerek, Kecamatan Kalipuro saat menggendong bayi usai di operasi cesar dengan fasilitas JKN KIS

BAHAGIA: Ernawati (21) warga Lingkungan Lerek, Kecamatan Kalipuro saat menggendong bayi usai di operasi cesar dengan fasilitas JKN KIS

Share this          

BANYUWANGI-Ernawati (21) warga Lingkungan Lerek Kabupaten Banyuwangi tidak pernah terbanyang olehnya, jika anak pertamanya harus dilakukan secara sesar. Hal itu lantaran, air ketubannya kering. “Aku harus disesar, soalnya kata dokter air ketubannya sudah kering. Jadi, mau tidak mau harus ditindak secara sesar,” ujar Ernawati.

Ia sempat berharap untuk dapat menjalani persalinannya secara normal. Tapi kondisi berkata lain, kondisi janinnya mewajibkannya untuk melalui persalinan dengan metode operasi sesar. Mengetahui ini, Ernawati tidak khawatir dengan biaya yang ditimbulkan, karena ia sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS di segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.

“Aku sih berharapnya waktu itu bisa normal, tapi ternyata harus sesar. Aku ga kebayang kalau ga punya kartu JKN-KIS. Untuk biaya sesar kan bisa belasan juta. Bersyukur, aku menerima kartu JKN-KIS di tahun 2019 dan masih aktif sampai sekarang,” kata Erna.

Ia harus di operasi sesar pada sepuluh Oktober 2020, dan operasinya berjalan dengan lancar. Ini merupakan persalinan pertamanya dan dikaruniai anak perempuan.

“Ini persalinan pertama buat aku. Alhamdulillah anak pertamaku perempuan dan dalam keadaan sehat," katanya.

Ernawati ucap rasa syukur karena persalinannya bisa lancar dan tanpa biaya apapun. Ia berkata, jika ia tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, ia harus mencari biaya untuk operasi sesar ini. Tapi beruntung, ia sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Sehingga, ia tidak mengeluarkan biaya sepesepun ketika diperbolehkan pulang.

“Sepertinya, kalau aku tidak punya kartu JKN-KIS, aku harus pinjam sana-sini atau harus jual ternak. Tapi alhamdulillah, aku bisa pulang dengan meninggalkan rumah sakit tanpa harus menbayar biaya apapun,” ucapnya.

Ernawati juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah menjadikan ia sebagai peserta JKN-KIS. Sehingga, ia tidak perlu memikirkan biaya setiap bulannya, karena iurannya sudah dibayarkan oleh pemerintah.

“Terima kasih banyak buat pemerintah yang sudah daftarin aku jadi peserta JKN-KIS dan Bayiku juga sudah langsung didaftarkan waktu lahir. Jadinya, aku ga perlu mikirin iuran setiap bulannya. Soalnyakan sudah dibayarkan oleh pemerintah setiap bulannya. Aku hanya tinggal bersyukur saja atas semua ini,” ungkap Ernawati.

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia