Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Kepala SDN Tambong Banyuwangi Bersyukur bisa Menjadi Bagian JKN-KIS

19 November 2020, 07: 44: 53 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PESERTA PPU/PN: Putut sangat senang bisa menjadi bagian JKN-KIS, hal itu lantaran ia pernah mendapatkan pelayanan klaim kacamata pada 2018

PESERTA PPU/PN: Putut sangat senang bisa menjadi bagian JKN-KIS, hal itu lantaran ia pernah mendapatkan pelayanan klaim kacamata pada 2018

Share this          

BANYUWANGI-Putut Kuncoro Hadi (58) adalah Seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang bertugas menjadi Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Tambong Kabupaten Banyuwangi. Ia terdaftar menjadi peserta JKN-KIS di segmen Peserta Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN/Pegawai Negeri Sipil). Putut sangat senang bisa menjadi bagian JKN-KIS, hal itu lantaran ia pernah mendapatkan pelayanan klaim kacamata pada 2018. Ia mendapatkan pelayanan maksimal dan tidak ada biaya apapun.

“Waktu itu saya pernah klaim kacamata pada 2018 karena ada masalah dengan mata saya. Alhamdulillah prosesnya cepat dan tidak ada biaya apapun. Saya bersyukur bisa menjadi bagian di JKN-KIS ini sebagai peserta,” u sang kepala sekolah SDN Tambong Banyuwangi tersebut.

Selain pelayanan kacamata, putut tidak pernah mengalami penyakit yang serius dan berharap ia terus dalam keadaan sehat. Sebagai kepala sekolah dan juga mengajar untuk anak sekolah dasar di tengah pandemi covid-19 ini, ia dituntut untuk selalu sehat agar bisa terus memantau kegiatan belajar mengajar. Baik daring, maupun kunjungan langsung ke rumah siswa.

“Kalau saya, alhamdulillah belum pernah dirawat dan mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat. Pola hidup sehat harus selalu saya jaga biar terus sehat. Apalagi sekarang pada masa pandemi, selain mengajarnya harus daring, kita juga harus mengunjungi anak-anak dalam kegiatan belajar mengajar dan memantau guru-guru yang lainnya juga,” ujar Putut.

Ia bercerita, bahwa iuran yang dibayarkan dari sebagian gaji nya itu, semata-mata untuk menolong peserta lain yang membutuhkan. Sehingga, yang sakit bisa tertolong dan yang sehat bisa terus menolong.

“Kalau terkait iuran yang saya bayarkan dari gaji saya setiap bulan, itu semata-mata buat nolong mereka yang lebih membutuhkan. Toh saya juga tidak mau sakit, jadi biarkan iurannya buat peserta lain yang sedang butuh, yang sehat nolong sakit, yang sakit bisa tertolong oleh yang sehat,” kata Putut.

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia