Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi

Ciptakan Mesin Cuci Tangan Bertenaga Surya

16 November 2020, 09: 18: 29 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TENAGA SURYA: Mesin pencuci tangan bertenaga surya dipasang di pintu masuk Teknik Mesin Poliwangi, kemarin

TENAGA SURYA: Mesin pencuci tangan bertenaga surya dipasang di pintu masuk Teknik Mesin Poliwangi, kemarin (DIAN FOR JPRG)

Share this          

KABAT, Jawa Pos Radar Genteng-Satu lagi karya ditunjukkan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berlokasi di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, itu berhasil membuat mesin cuci tangan bertenaga surya, kemarin.

Mesin pencuci tangan otomatis itu, tercipta dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Poliwangi tahun anggaran 2020. Dalam tim PKM itu, diketuai Dian Ridlo Pamuji dari Program Teknik Mesin bersama Mohamad Dimyati Ayatullah, S.T., M.Kom., dan Galih Hendra Wibowo, S.Tr.Kom.,M.T dari Program Teknik Informatika.

Mesin pencuci tangan otomatis itu, tercipta dari hasil analisa permasalahan penyebaran Covid-19. “Ini upaya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi,” ujar Ketua PKM, Dian Ridlo Pamuji.

Terciptanya inspirasi mesin pencuci tangan bertenaga surya itu, terang dia, setelah terjadi permasalahan penyebaran virus Korona. “Penyebaran Covid-19 ini dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut dari seseorang yang terinfeksi Covid,” katanya.

Percikan itu, jelas dia, juga menempel ke benda-benda. Benda itu dipegang oleh seseorang dan memegang hidung dan mulut. “Salah satu mengurangi resiko terinfeksi ini dengan cara sering cuci tangan dengan sabun,” terangnya.

Dari permasalahan itu, masih kata dia, tim PKM Poliwangi terinspirasi menciptakan mesin cuci tangan otomatis dengan tenaga matahari. “Mesin cuci tangan otomatis ini mengurangi penggunanya menyentuh kran dalam menghidupkan air,” terangnya.

Mesin pencuci tangan yang berkapasitas 500 liter itu, dibuat sistem sensor infrared sebagai pembuka tutup kran. “Jadi tangannya hanya didekatkan ke sensor, maka kran air akan membuka sendiri,” paparnya.

Selain menggunakan sensor infrared, alat yang akan dibuat menggunakan sensor ketinggian yang diletakkan di dalam tandon. Dengan adanya sensor ketinggian itu, maka level air di dalam tandon dapat diketahui, atau jika air di tandon akan habis maka ada informasinya. “Semuanya dibuat menggunakan sistem otomatis,” terangnya.

Alat pencuci tangan ini, menggunakan aki 12 volt sebagai sumber dayanya dengan tenaga matahari sebagai pengisi aki atau accumulator. “Mesin pencuci tangan ini banyak memiliki keunggulan,” cetusnya.

Kelebihan mesin ini, jelas dia, di antaranya tidak ada kontak manusia dengan kran pada saat proses cuci tangan, level air di dalam tandon dapat dideteksi, dan dapat diletakkan di tempat terbuka tanpa sumber daya PLN. “Jadi mesin cuci tangan ini bisa diletakkan di outdor meski tidak ada sumber kelistrikan, jadi sangat efektif bagi masyarakat,” jelasnya. (*).

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia