Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Events
icon featured
Events
DINAS PARIWISATA BANYUWANGI

Pameran Sewu Gandrung Terpajang di Dinas Pariwisata

16 November 2020, 07: 45: 24 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

APRESIASI : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi  M Yanuarto Bramuda  menyaksikan karya yang dipamerkan usai meresmikan acara pameran Sabtu (14/11) malam kemarin.

APRESIASI : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M Yanuarto Bramuda menyaksikan karya yang dipamerkan usai meresmikan acara pameran Sabtu (14/11) malam kemarin.

Share this          

Dibuka Kadisbudpar, Pameran Sewu Gandrung

DOK DISPAR for RABA

APRESIASI : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi  M Yanuarto Bramuda  menyaksikan karya yang dipamerkan usai meresmikan acara pameran sabtu malam kemarin.

SHULHAN HADI/RABA

LIYAN : Pengunjung mengamati karya abstrak milik Sarwo Prasojo di acara pameran seni rupa Sewu Gandrung siang kemarin.

BANYUWANGI  Jawa Pos Radar Banyuwangi  - Pameran seni rupa Sewu Gandrung dibuka pada Sabtu malam (14/11) kemarin. Acara yang menyajikan karya lukis, patung dan fotografi ini diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi  M Yanuarto Bramuda. Dalam kesempatan itu, Bramuda juga berkesempatan menorehkan kuas di atas kanvas sebagai simbol acara dibuka.

Pameran ini menurut Bram merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung eksistensi kalangan seniman. Di samping itu pameran ini diharapkan bisa menjadi oase yang menyegarkan bagi para seniman maupun pecinta seni rupa di Banyuwangi. Selain itu juga bisa menjadi sarana apresiasi bagi seniman Banyuwangi.  “Kami memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para seniman lukis, patung dan foto,” ujarnya.

Dia juga berharap pameran ini bisa menjadi etalase di tengah kondisi pandemi yang tengah melanda. Sehingga karya seni rupa yang dipamerkan nantinya bisa menjadi koleksi para kolektor. “Semoga pameran ini membawa manfaat untuk seniman dan khalayak umum,” harapanya.

Lebih dari 60 karya lukis terpajang baik di dalam pendopo maupun di area halaman. Karya fotografi yang ditampilkan sebagian besar dibuat saat pagelaran gandrung sewu tahun lalu. Sebagian besar karya –karya tersebut mengusung konsep karakter gandrung secara lugas. Namun,  beberapa karya juga cukup unik, baik dari sisi material yang digunakan, maupun konsep karya yang dituangkan. Seperti karya dengan media campuran berupa lukisan gandrung yang terbuat dari rambut. Juga beberapa lukisan abstrak yang mengundang rasa penasaran.

Salah satu lukisan yang mungkin terkesan jauh dari bentuk gandrung yakni karya Sarwo Prasojo. Lukisan berjudul “Jadi Garis Harmoni” yang dibuat pada media kanvas 65 x 80 cm itu menampilkan paduan garis warna saja,  tanpa bentuk yang jelas dari karakter gandrung. Menurut pelukisnya, karya itu muncul dari hasil riset tentang seni asli Banyuwangi  seperti Gandrung, Kebo-Keboan dan batik khas Banyuwangi. “Saya riset dulu, itu produksinya tiga hari, risetnya lama,” ujarnya.

Dia menambahkan, karya ini sengaja menghindari tampilan gandrung secara verbal. Dia berkeinginan membuat karya  Sewu Gandrung yang disimpulkan secara simbolik dengan sesederhana mungkin, dalam garis dan bidang. Namun dia menegaskan, semua yang dia tuangkan bermula dari eksplorasi titik-titik artistik dari seni gandrung itu sendiri. “Saya melihat gandrung yang banyak itu, yang tertangkap mata saya seperti ini,” ungkapnya. (sli)

(bw/sli/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia