Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
KPUD BANYUWANGI

KPU Optimistis Target 77,5 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai

16 November 2020, 07: 39: 36 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Ketua KPU: Dwi Anggraini

Ketua KPU: Dwi Anggraini

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi terus berupaya mendorong partisipasi pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020. Berbagai langkah, mulai sosialisasi kepada lintas elemen, iklan di media massa, hingga memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) telah dilakukan demi mencapai target partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen.

          Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini mengatakan, KPU RI menargetkan partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 sebesar 77,5 persen. Untuk mencapai target tersebut Dwi mengaku pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mendorong partisipasi pemilih.

          Dikatakan, selain melakukan sosialisasi kepada organisasi masyarakat, hal serupa juga dilakukan jajaran tenaga ad hoc di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). “KPU Banyuwangi juga telah merekrut para Relawan Demokrasi (Relasi) untuk ikut menyosialisasikan hajatan pilbup tahun ini serta menyosiasikan Pilbup melalui iklan di media massa,” ujarnya kemarin (13/11).

          Tidak cukup sampai di situ, KPU juga terus memastikan penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Dengan demikian, diharapkan warga tidak ragu datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna menyalurkan hak konstitusionalnya.

          Dwi mencontohkan, sebelum bertugas, semua personal yang bertugas di TPS, baik tujuh anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) maupun dua petugas Linmwas akan menjalani tes cepat (rapid test). Selain itu, saat bertugas mereka mengenakan alat pelindung diri (APD), seperti face shield, masker, dan sarung tangan. “Juga disediakan satu baju hazmat di setiap TPS untuk antisipasi jika baju tersebut dibutuhkan,” kata dia.

          Tidak hanya itu, prokes juga wajib dilaksanakan setiap pemilih. Sebelum masuk TPS mereka wajib mencuci tangan dan menjalani pengecekan suhu tubuh menggunakan mesin thermo gun. Selain itu, setiap pemilih diberi sarung tangan plastik dan wajib menggunakan tinta usai menyalurkan hak pilihnya. “Kali ini tinta yang digunakan adalah tintas tetes, bukan tinta celup seperti pemilu sebelumnya. Kami juga menyediakan bilik khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat Celcius,” cetusnya.

          Dengan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan tersebut, imbuh Dwi, pihaknya optimistis target partisipasi pemilih bisa dicapai. “Kami juga berharap masyarakat tidak khawatir tertular Covid-19 karena pelaksanaan pemungutan suara di TPS dilakukan dengan menerapkan prokes secara ketat,” pungkasnya. (sgt)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia