Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi

Percepat Duplikat Ukiran dengan Alat Duplicarver

13 November 2020, 10: 22: 08 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DISERAHKAN: Tim PKM Poliwangi menyerahkan alat duplicarver kepada UMKM Sangkar Burung Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, kemarin.

DISERAHKAN: Tim PKM Poliwangi menyerahkan alat duplicarver kepada UMKM Sangkar Burung Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, kemarin. (Asmar Finali For JPRG)

Share this          

ROGOJAMPI, Jawa Pos Radar Genteng-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menciptakan  alat duplicarver untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sangkar Burung, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, kemarin.

Pembuatan alat dengan anggaran dari PNBP tahun 2020 itu, dibuat oleh Rahmat Handika Lubis, Mahasiswa Poliwangi  Jurusan Teknik Mesin. Selama merancang alat itu, mahasiswa semester akhir asal Medan itu dibimbing langsung oleh ketua PKM, Asmar Finali S.T., M.T.

Program PKM ini beranggotakan IGN Agung Satria Prasetya D.Y., S.T., M.T. dan Rochmad Eko P.U.,  S.T., M.Eng. “Alat ini dibuat lantaran banyaknya UMKM yang menggunakan alat manual dengan menggunakan bor tangan sehingga membutuhkan waktu lama,” kata Asmar Finali.

Alat duplicarver ini, jelas dia, dibuat dengan tempat pegangan dan meja khusus bor kayu secara tersambung. Sehingga, dalam menduplikasi suatu model acuan jadi ke dalam bentuk ukiran kayu. “Bisa menduplikat benda, terutama kayu secara otomatis,” katanya.

Alat ini, terang dia, terdiri dari bor tangan lurus dengan enam kecepatan yang hemat listrik. Selain itu, didukung dengan rangka alat yang terbuat dari alumunium yang kuat. “Ada dua meja tempat dua benda bekerja cukup untuk ukuran 25 centimeter kali 25 centimeter,” paparnya.

Adanya dua meja tersebut, dihubungkan dengan timing belt. Sehingga, posisi model menjadi acuannya. Sedangkan benda ukirannya akan mengikuti ukiran yang sama persis dengan model. “Jika bor tangan dipegang secara langsung, hasil ukiran kayu dengan panjang 210 centimeter, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam,” terangnya.

Dengan menggunakan alat duplicarver yang sudah ada model ukirannya, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja. “Jadi bisa lebih cepat dibanding menggunakan alat manual,” jelasnya.

Pemilik UMKM Sangkar Osing, Siswanto mengatakan dengan bantuan alat duplicarver dari tim PKM Poliwangi, ini sangat membantu. Selain bisa mengoptimalkan waktu operasi, juga mampu meningkatkan hasil. “Peningkatannya sekitar 20 persen dari proses manual, semoga program PKM terus berjalan dan berkembang,” ungkapnya.

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia