Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan

Melaksanakan Program Pemberantasan Barang Kena Cukai

13 November 2020, 09: 28: 09 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SOSIALISASI: Tim Pembinaan dan Pengawasan melakukan sosialisasi kepada pedagang/pelaku usaha agar tidak menjual rokok polos/ilegal kepada masyarakat

SOSIALISASI: Tim Pembinaan dan Pengawasan melakukan sosialisasi kepada pedagang/pelaku usaha agar tidak menjual rokok polos/ilegal kepada masyarakat (Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Maraknya peredaran rokok ilegal di masyarakat dapat merugikan negara. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan bagi pelaku usaha/penjual rokok eceran ilegal di Banyuwangi.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Hj RR. Nanin Oktaviantie mengatakan, untuk meminimalisasi peredaran rokok ilegal di Banyuwangi, pihaknya melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaku usaha/toko penjual rokok eceran terkait larangan rokok ilegal lewat program pemberantasan barang kena cukai ilegal. Kegiatan tersebut dimulai pada 12 Oktober hingga 20 November 2020. ”Dilakukan di 25 kecamatan di Banyuwangi, sasarannya adalah pasar daerah dan pasar desa serta pelaku usaha/pertokoan penjual rokok eceran,” jelas Nanin.

Nanin menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman agar pelaku usaha/penjual rokok eceran tidak menjual rokok ilegal. ”Tidak boleh menjual rokok ilegal atau rokok yang dilekati pita cukai palsu, bekas, salah personalisasi, salah peruntukan, dan tidak dilekati pita cukai,” tegas Nanin.

Nanin mengungkapkan, tim pelaksana pembinaan dan pengawasan program pemberantasan barang kena cukai ilegal terdiri dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Perekonomian Setda Banyuwangi, serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Banyuwangi. ”Kami juga dibantu  Bapak Camat dan koordinator pasar dalam kegiatan sosialisasi ini,” ungkap Nanin.  

STOP ROKOK ILEGAL: Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Hj RR. Nanin Oktaviantie membagikan kaus kepada warga untuk kampanyekan berantas rokok ilegal di masyarakat.

STOP ROKOK ILEGAL: Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Hj RR. Nanin Oktaviantie membagikan kaus kepada warga untuk kampanyekan berantas rokok ilegal di masyarakat. (Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan For RaBa)

Hingga Rabu (11/11), tim pembinaan dan pengawasan yang telah melakukan tinjau lapangan di 18 titik lokasi menemukan 699 rokok ilegal/polos. Beberapa merek rokok ilegal/polos tersebut di antaranya adalah rokok merek Dalil, AA Mild, Nat Geo Mild, Gudang Ganam, Nat Geo Win, Real, Pro Sejati, Steak MX Bold, Swiss, Mahera Filter, D Mild, Vios, NK, SIY, Magaren, MX, dan Jaran Goyang.



MELANGGAR: Barang bukti rokok polos/ilegal yang berhasil disita selama kegiatan tinjau lapangan tim pembinaan dan pengawasan.

MELANGGAR: Barang bukti rokok polos/ilegal yang berhasil disita selama kegiatan tinjau lapangan tim pembinaan dan pengawasan. (Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan For RaBa)

Kepala Bidang Perdagangan Suminten menambahkan, bagi penjual rokok yang kedapatan melanggar kemarin, untuk sementara diberikan sanksi berupa penyitaan dan pembinaan. ”Barang hasil penindakan yang telah disita, selanjutnya akan dimusnahkan oleh kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai,” bebernya.

Dalam rangka pemberantasan barang kena cukai tidak legal, Suminten berharap para pelaku industri dapat segera mendaftarkan usahanya agar dilekati pita cukai sesuai aturan yang berlaku. ”Jika ke depannya masih melanggar, maka akan ditindak lebih tegas sesuai dengan UU RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” pungkas Suminten.

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia