Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
DINAS PENDIDIKAN BANYUWANGI

Pamerkan Hasil Produk LKP dan PKBM

11 November 2020, 07: 29: 27 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

ICIP-ICIP: Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno (kanan), Direktur Dikmas Kemendikbud RI DR Samto (dua dari kanan), dan Kabid Dimas Dispendik Nuriyatus Sholeha (kiri) saat mencicipi wine kopi di PKBM Darun Najah dalam gebyar GP3M di Hotel Margo Utomo

ICIP-ICIP: Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno (kanan), Direktur Dikmas Kemendikbud RI DR Samto (dua dari kanan), dan Kabid Dimas Dispendik Nuriyatus Sholeha (kiri) saat mencicipi wine kopi di PKBM Darun Najah dalam gebyar GP3M di Hotel Margo Utomo

Share this          

KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng-Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi menggelar gebyar gerakan pendidikan pemberdayaan perempuan mandiri (GP3M) di Hotel Margo Utomo I, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Selasa (10/11).

Acara GP3M yang bertepatan dengan Hari Pahlawan itu, mengusung tema perempuan mandiri di masa pandemi. Kegiatan yang digelar sejak pukul 09.00, itu diawali dengan seminar yang mengundang narasumber pemenang Dharma Wanita Award, Lilik Subekti. Seminar melalui zoom meeting ini, diikuti sekitar 2.000 peserta yang tersebar di 37 titik di Kabupaten Banyuwangi. Gebyar GP3M ini dibuka oleh Direktur Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kemendikbud RI, DR Samto. Dalam acara itu, hadir Plt kepala Dispendik Banyuwangi, Suratno dan Kabid Dikmas Dispendik, Nuriyatus Sholeha.

Direktur Dikmas Kemendikbud RI, DR Samto mengatakan, kegiatan ini untuk menfasilitasi PKBM dalam berperan peningkatan ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kreatifitas ekonomi masyarakat sesuai potensi daerahnya. “Meski pandemi Covid-19, yang paling bertahan saat ini bidang ekonomi, makanya kita kembangkan kreatifitas perempuan guna menopang kebutuhan ekonomi,” katanya.

SEMINAR: Pemenang Dharma Wanita Award, Lilik Subekti (pegang mik) saat paparan tentang perempuan mandiri di masa pandemi dalam GP3M di Hotel Margo Utomo I, Desa Kalibaru Wetan, Selasa (10/11).

SEMINAR: Pemenang Dharma Wanita Award, Lilik Subekti (pegang mik) saat paparan tentang perempuan mandiri di masa pandemi dalam GP3M di Hotel Margo Utomo I, Desa Kalibaru Wetan, Selasa (10/11).

Menurut Samto, melalui kegiatan ini pihaknya mendorong peran serta perempuan agar memiliki kemampuan dan keterampilan. Sehingga, bisa berperan aktif mendorong perekonomian rumah tangga, dan pembangunan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Kegiatan ini dapat mendorong partisipasi seluruh elemen untuk terlibat aktif dalam membantu meningkatkan peran serta perempuan, khususnya yang menyangkut soal sumber daya manusia, baik pendidikan maupun keterampilan yang dimiliki.

Samto berharap dengan GP3M ini bisa menumbuhkembangkan kreatifitas para perempuan. Sehingga, bisa menumbuhkan kampung-kampung kreatif sesuai dengan pelatihan. “setiap wilayah memiliki potensi dan perkembangannya berbeda-beda, diharapkan bisa berkembang ke seluruh kampung yang ada,” ungkapnya.

Plt kepala Dispendik Banyuwangi, Suratno menjelaskan peran dunia pendidikan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Dengan bangga, ia menyampaikan selama masa pandemi Dispendik Banyuwangi banyak melakukan kegiatan secara langsung maupun virtual. “Sudah banyak yang kami lakukan, meski sedang pandemi Covid-19,” katanya.

Suratno menyebut kegiatan ini menjadi momentum yang strategis dalam rangka meningkatkan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Banyuwangi. “Pemberdayaan perempuan yang dilakukan sudah pasti akan memiliki makna yang sangat penting, yakni  menumbuhkan, mengembangkan potensi, dan peran perempuan dalam semua dimensi kehidupan. Saya mengajak semua stakeholder dan pihak terkait untuk peduli terhadap peningkatan peran serta perempuan dalam keluarga, agar lebih kuat dan memiliki kualitas yang tinggi,” katanya.

Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha menambahkan kegiatan ini diikuti empat Lembaga Khusus dan Pelatihan (LKP), dan 42 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dalam kegiatan ini, peserta membuka lapak untuk memamerkan produk hasil kreatifitasnya. Mulai kerajinan tangan hingga olahan industri. “Kegiatan ini program dari bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo, di Provinsi Jawa Timur hanya Kabupaten Banyuwangi yang menggelar acara GP3M,” ujarnya.

GP3M yang ada di Kabupaten Banyuwangi, jelas dia, dibagi menjadi 10 kelompok. Karena hanya 10 PKBM yang mendapat program tersebut. “Ada satu desa yang mendapatkan desa pokasi, yaitu di Kecamatan Kalibaru, tepatnya di PKBM Darunnajah,” katanya.

Untuk peningkatan kualitas hidup perempuan (PKHP) itu, jelas dia, di 10 PKBM yang terpilih itu program-programnya meningkatkan kualitas perempuan. “Di 10 PKBM itu para perempuan dilatih untuk mandiri dan mengambil peran di masyarakat, juga diajari bagaimana cara perempuan itu bisa eksis,” terangnya.

Selain memberikan pendidikan kepada perempuan, juga diberikan pelatihan yang sifatnya bisa menumbuhkan income atau pendapatan. Sehingga, mereka bisa menghasilkan uang secara mandiri dan bisa membantu keluarganya. “Jadi perempuan bisa mandiri, terutama para perempuan buruh kebun di Kecamatan Kalibaru,” ungkapnya.

Untuk PKHP dan PKBM lainnya juga diundang, dan hasilnya sangat mengejutkan. Ada PKHP dan PKBM yang membuat produk kreatif, seperti kripik debok pisang, kripik bonggol pisang, kripik jahe. Bahkan ada yang membuat paving dari plastik. “Hasilnya menakjubkan, ada yang sudah ekspor hasil produknya juga ke manca negara. Marilah kita bersama meningkatkan peran serta perempuan dalam keluarga Banyuwangi agar lebih kuat dan berkualitas. Upaya ini bukan hanya menjadi tanggungjawab satu pihak saja, tetapi tanggungjawab kita bersama,” paparnya. (*)

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia