Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Fakultas Ekonomi Unars Fokus Mencetak Lulusan Wirausaha

10 November 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERPRESRTASI: Empat mahasiswi FE Unars dengan IPK tertinggi. Penghargaan diberikan di acara yudisium.

BERPRESRTASI: Empat mahasiswi FE Unars dengan IPK tertinggi. Penghargaan diberikan di acara yudisium. (UNARS FOR JPRS)

Share this          

JawaPos.com – Banyak lulusan Fakultas Ekonomi (FE) Unversitas Abdurrahman Saleh (Unars) Situbondo yang sudah sukses. Terutama dalam mengembangkan usahanya secara mandiri. Sebut saja alumnus yang mampu menjadi entrepreneur.

Hal ini sebenarnya sesuai dengan tujuan utama FE Unars. Yaitu mencetak wirausahawan. Dekan Fakultas Ekonomi, Drs. Hardjono, M.M menerangkan, mahasiswa sudah dibekali dengan keterampilan itu. Sehingga ketika sudah lulus, tidak akan kesulitan bersaing di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Hardjono di acara yudisium dan pelepasan calon wisudawan-wisudawati Fakultas Ekonomi. Dalam kesempatan itu, mahasiswa yang diyudisium sebanyak 227 orang.

Dia menerangkan, keterampilan berbisnis sudah ditanamkan sejak mahasiswa duduk di semester awal. Kemampuan tersebut terus dipupuk melalui kegiatan-kegiatan riil. “Pasti bisa bersaing di tengah-tengah masyarakat, karena lembaga kita fokus mengajarkan anda berwirausaha,” ujarnya.

Rektor Unars, Karnadi berpesan kepada mahasiswa yang diyudisium untuk menjaga nama baik almamater. Yaitu dengan cara memberikan kemanfaatan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. “Unars milik kita, bukan milik pribadi. Kalau disakiti, kita semua ikut sakit,” katanya.

Secara kompetensi berwirausaha, mahasiswa FE Unars tidak perlu diragukan. Semuanya telah mendapatkan bekal keilmuan yang mumpuni. “Tetapi yang tidak kalah penting, kalian harus tetap berakhlak. Inilah kompetensi utama mahasiswa Unars,” ujar kandidat doktor ilmu ekonomi ini.

Di samping itu, harus punya sifat kasih sayang terhadap lingkungan, dan tetangga. Kemudian, yang tidak kalah penting adalah menghormati orang tua. “Kalian jadi sarjana karena doa dan biaya orang tua. Kalau dilangkahi, jangan bermimpi hidup damai. Jangan bermimpi sukses,” pesannya.

Pada pelaksanaan yudisium, ada beberapa mahasiswa mendapatkan penghargaan. Di antaranya kepada empat mahasiswa peraih IPK tertinggi. Ada juga penghargaan bagi dua mahasiswa berbakat.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia