Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Banyuwangi

Ipuk-Sugirah akan Ngantor di Desa 2 Kali Seminggu

09 November 2020, 07: 15: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PETANI TULEN: Sugirah ditemui di kediamannya Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung kemarin (8/11).

PETANI TULEN: Sugirah ditemui di kediamannya Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung kemarin (8/11).

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah menyiapkan program berkantor di desa dua kali sepekan. Bukan sekadar bertujuan menjaring aspirasi masyarakat, program ini juga dimaksudkan untuk mencari solusi permasalahan warga di berbagai pelosok Bumi Blambangan secara langsung.

       Hal itu disampaikan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sugirah kemarin (8/11). Dia mengatakan dirinya dan Ipuk akan ngantor di desa atau kelurahan secara bergiliran. “Masing-masing dari kami, yaitu saya dan Bu Ipuk, berkantor di desa atau kelurahan 2 kali dalam sepekan. Misalnya, saya hari Senin di Desa A, Selasa di Desa B, lalu Rabu Bu Ipuk di Desa C, Kamis di Desa D,” ujar pria yang berlatar belakang petani tulen tersebut.

       Menurut Sugirah, dengan ngantor di desa, selain bisa menyapa langsung masyarakat, juga sekaligus untuk mengetahui kondisi perkembangan pembangunan di tingkat desa serta mengetahui permasalahan yang ada. “Dengan ngantor di desa, kami akan langsung mendengar masalah, mencari solusinya saat itu juga, hari itu juga. Misalnya ada anak yang terancam putus sekolah di desa tersebut, lansia sakit, dan sebagainya, bisa langsung kami tahu dan cari solusinya saat itu juga,” tuturnya.

       Sugirah menjelaskan, untuk teknis pelaksanaan ngantor di Desa, akan ada pemberitahuan pada masyarakat. “Jadi nanti ada pengumuman: Bu Ipuk akan ngantor di Desa A hari Rabu tanggal sekian. Sugirah ngantor di Desa B hari Senin tanggal sekian. Silakan masyarakat datang, menyampaikan masalah apa pun," imbuhnya.

       Pria yang menjabat anggota DPRD Banyuwangi tiga periode tersebut menjelaskan, Ngantor di Desa juga sebagai bentuk sinergi bersama pemerintah desa untuk saling membantu dalam mempercepat proses pembangunan maupun melakukan penyerapan aspirasi masyarakat. “Pak Kades dan Bu Kades di Banyuwangi sudah hebat-hebat. Dengan ngantor di desa, kami sangat ingin mendukung tugas beliau-beliau,” katanya.

       Dalam sepuluh tahun terakhir ini, desa-desa di Banyuwangi telah berkembang. Di era kepemimpinan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan program unggulan Smart Kampung, banyak desa-desa melakukan inovasi, utamanya pelayanan publik.

       Seperti di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, ada Sistem Manajemen Desa (Simade). Sebuah sistem administirasi kependudukan tersusun rapi, yang membuat waktu pelayanan masyarakat hanya dua menit. Cukup dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pelayanan bisa dilakukan dengan cepat.

       Tidak hanya Desa Ketapang, di Desa Gemteng Wetan memiliki program Simas Mandiri atau Aplikasi Masyarakat Melayani Sendiri.

Kantor desa menyediakan sistem aplikasi sehingga warga tidak perlu antre di depan petugas pelayanan. Warga memilih layanan yang diinginkan. Tinggal memasukkan nomor NIK, layanan yang dipilih langsung jadi, cepat dan mudah.

       Juga berbagai desa yang berinovasi dengan berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, dan lainnya. (sgt/aif

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia