Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Pelaksanaan Semester Ganjil Diatur Tiga Sesi

Dispendikbud Usul Agar Digelar Tatap Muka

07 November 2020, 15: 58: 32 WIB | editor : Ali Sodiqin

TEKNIS PAS: Bupati Dadang memimpin rapat koordinasi satgas bersama jajaran Forkopimda kemarin. Dalam kesempatan itu, Kepala Disendikbud mengusulkan agar semester dilaksanakan tatap muka

TEKNIS PAS: Bupati Dadang memimpin rapat koordinasi satgas bersama jajaran Forkopimda kemarin. Dalam kesempatan itu, Kepala Disendikbud mengusulkan agar semester dilaksanakan tatap muka (HABIBUL ADNAN/JPRS)

Share this          

JawaPos.com – Teknis pelaksanaan penilaian akhir semester (PAS) ganjil akhir November nanti, masih belum dipastikan. Akan tetapi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disendikbud) dan sekolah menginginkan agar dlaksanakan secara langsung atau tata muka.

Untuk kepentingan itu, Dispendikbud telah mengusulkan kepada satgas Covid-19. Selanjutnya, menunggu rekomendasi dari satgas. Kepala Dispendikbud Situbondo, Ahmad Junaidi mengatakan, ada beberapa tawaran opsi teknis pelaksanaan PAS secara langsung.

Salah satunya, dalam sehari terbagi dalam tiga sesi. Masing-masing sesi waktunya 120 menit. Waktu dua jam itu untuk mengerjakan dua mata pelajaran. Begitu juga dengan sesi kedua dan ketiga. “Kita bersama sekolah akan mengatur sesi,” jelasnya.

Akan tetapi, untuk teknis secara khusus, sekolah akan mengaturnya. Yang jelas, jika ada izin dari satgas, sekolah harus menyiapkan diri untuk penerapan protokol kesehatan. “Karena kalau ada izin, sekolah yang ada di Kecamatan zona merah juga melaksanakan PAS dengan tatap muka. Jadi harus siap.

Junaidi menambahkan, pihaknya mengusulkan tatap muka dalam pelaksanaan semester karena terkait dengan obyektifitas penilian. Jika dilaksanakan secara daring, sekolah sulit melakukan pengawasan. “Kalau soal dikerjakan di rumah, validitas hasil diragukan. Karena kita tidak tahu, apakah dikerjakan siswa atau orang lain,” ujarnya.

Kisi-kisi dan naskah soal PAS ganjil sudah mulai disusun. Tim penyusun terdiri dari guru mata pelajaran (mapel) SMP negeri dan swasta sebanyak 55 orang. Kisi-kisi mulai disusun pada Kamis (05/10). Kemudian, pada tanggal 09 November nanti, dilanjutkan pembuatan naskah soal. “Tanggal 12 November verifikasi dari hasil kerja tim untuk dapat menghasilkan soal dan kisi-kisi,” jelas Junaidi.

Tim akan menyusun kisi-kisi dan naskah soal untuk 10 mapel. Di lembaga pendidikan SMP, sebenarnya ada sebelas mata pelajaran. Tetapi khusu naskah soal mapel Bahasa Madura, dibuat oleh sekolah. “Kami berharap, kegiatan penyunan kisi-kisi dan naskah soal sampai pelaksanaan semester nanti, berjalan dengan lancar,” pungkas Junaidi.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia