Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

10.714 Guru Ngaji Segera Terima Insentif

Dibagikan Pekan Depan, Besarnya Insentif Rp 7

06 November 2020, 07: 31: 16 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

10.714 Guru Ngaji Segera Terima Insentif

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ribuan guru ngaji di Banyuwangi akan kembali menerima insentif dari Pemkab Banyuwangi. Rencananya insentif yang biasa dibagikan menjelang Idul Fitri itu baru akan dibagikan pada minggu depan.

Kepastian akan dicairkannya insentif guru ngaji disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Banyuwangi Mohamad Luqman. Menurut Luqman, pemberian insensif bagi guru ngaji tersebut rutin diberikan oleh Pemkab Banyuwangi sejak tahun 2011.

Pada 2019 program itu terhenti karena pemkab mengalihkan fokus pada pembaruan data guru ngaji. Kini program tersebut kembali digulirkan. Pemberian insentif merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih pemkab atas peran guru ngaji dalam dunia pendidikan.

Selain memberi pendidikan agama, guru ngaji berperan penting membentuk akhlak mulia anak-anak. Mengingat guru ngaji sangat berperan dalam mendidik anak bangsa, khususnya dari sisi moralitas dan akhlakul karimah.

Jumlah guru ngaji di Banyuwangi, kata Luqman, mencapai 16.018 orang. Setelah dilakukan verifikasi ulang, hanya 10.714 yang memenuhi syarat untuk menerima insentif sebesar Rp 700 ribu tersebut. Insentif guru ngaji tahun ini naik Rp 200 ribu dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya Rp 500 ribu per  orang.

Selain menerima insentif Rp 700 ribu, guru ngaji (ustad/ustadah) juga akan mendapatkan bantuan beras 10 kilogram. ”Bagaimana pun juga guru ngaji  terkena dampak akibat pandemi virus korona,” jelas Luqman.

Terkait teknis pembagian, lanjut Luqman, anggaran hibah senilai Rp 8,35 miliar tersebut akan diberikan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten. Selanjutnya LPTQ Kabupaten yang diketuai oleh Sekretaris Kabupaten Mujiono  akan membagikan ke LPTQ di masing-masing kecamatan dan diteruskan ke LPTQ di tingkat desa.

Sedianya insentif guru ngaji tersebut akan dibagikan pada bulan Ramadan atau sebelum Lebaran. Namun, kala itu belum dapat dicairkan karena belum ada lembaga yang bisa menyalurkan serta masih perlu dilakukan validasi dan verifikasi ulang data guru ngaji. ”Setelah selesai validasi dan verifikasi ulang, kita upayakan pencairan insentif guru ngaji akan dipercepat paling lambat minggu depan,” tandas Luqman. (ddy/aif/c1)

(bw/ddy/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia