Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Persalinan Aman dan Nyaman dengan JKN-KIS

05 November 2020, 14: 08: 11 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

MANFAAT JKN-KIS: Kiki Nurkilawati berhasil melahirkan anak kedua lewat persalinan normal di rumah sakit dan tidak mengeluarkan biaya apapun

MANFAAT JKN-KIS: Kiki Nurkilawati berhasil melahirkan anak kedua lewat persalinan normal di rumah sakit dan tidak mengeluarkan biaya apapun

Share this          



BANYUWANGI-Kiki Nurkilawati (38) adalah seorang guru honorer yang merasa aman dan nyaman berkat JKN-KIS. Ia berhasil melahirkan anak kedua lewat persalinan normal di rumah sakit dan tidak mengeluarkan biaya apapun. Sebelumnya, Kiki terdaftar sebagai Peserta bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga atau sering disebut pekerja mandiri.

“Saya merasa aman dan nyaman sekali ketika persalinan, anak kedua saya alhamdulillah sudah ditanggung oleh JKN-KIS, jadinya tidak mengeluarkan biaya apapun, saya daftar di kelas tiga yang iurannya 25.500 rupiah setiap bulannya,” ujar Ibu dua anak ini.

Selain itu, ia merasa sangat bersyukur sekali dengan adanya JKN-KIS. Pada saat melahirkan anak yang pertama di tahun 2010, Kiki harus menggunakan biaya sendiri karena belum ada program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Saat itu masih PT. Askes Persero, sehingga untuk segmen pekerja mandiri masih belum ada dan baru bertranformasi menjadi BPJS Kesehatan pada 2014.

“Anak pertama saya lahir pada tahun 2010 dan waktu itu belum ada BPJS Kesehatan, jadi saya terpaksa harus mengeluarkan biaya sendiri, kalau ga salah waktu itu biayanya lima juta lebih deh,” Kata Kiki.

Sejak terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, Kiki tidak perlu memikirkan biaya persalinannya, ia hanya cukup membayar iuran setiap bulannya dan status kepesertannya terus aktif. Ia juga bercerita, bahwa suaminya khawatir dengan biaya persalinannya, apalagi kalau sampai di sesar. akan tetapi, kekhawatiran itu hilang ketika Kiki dan anaknya diperbolehkan pulang tanpa adanya tagihan apapun.

"Kalau sekarang kita ga perlu bingung mikirin biaya, yang penting kartunya aktif dengan bayar iuran tiap bulannya. Suami saya juga pernah bilang tentang biaya persalinananya, ia khawatir kalau ada biaya besar, apalagi kalau sampai saya di sesar. Tapi Alhamdulillah sekali, dari awal masuk sampai pulang membawa bayi yang sehat, saya tidak dikenakan biaya apapun, denda pun tidak ada, soalnya saya selalu bayar iuran setiap bulannya,” terangnya.

Ibu dua anak tersebut berharap, bahwa program JKN-KIS bisa terus diselenggarakan, agar bisa membantu peserta lainnya yang membutuhkan. Ia juga berpesan kepada peserta JKN-KIS agar bisa membayar tepat waktu setiap bulannya.

“Harapan saya sih, program JKN-KIS ini bisa terus terselenggara, soalnya saya yakin, diluar sana masih banyak yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Terus, buat peserta JKN-KIS, jangan lupa iuran rutin setiap bulannya ya,” ungkapnya.

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia