Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Sports
icon featured
Sports

Ikuti Kejuaraan Pemanasan, Anggar Borong 7 Medali dari Surabaya

03 November 2020, 16: 01: 09 WIB | editor : Ali Sodiqin

BORONG MEDALI: Atlet anggar Banyuwangi saat berlaga dalam Kejuaraan GASTA Mini Competition di Surabaya, Minggu (1/11). Banyuwangi membawa pulang 7 medali.

BORONG MEDALI: Atlet anggar Banyuwangi saat berlaga dalam Kejuaraan GASTA Mini Competition di Surabaya, Minggu (1/11). Banyuwangi membawa pulang 7 medali. (IKASI Banyuwangi for RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Event luar kota pertama akhirnya diikuti para atlet anggar Banyuwangi. Pada kejuaraan terbuka GASTA mini competition yang digelar Minggu (1/11) lalu di Centra Wisata Kuliner, Karangasem, Surabaya, IKASI Banyuwangi memperoleh 7 medali.

Dengan rincian satu emas diperoleh Abu Dzar Al Ghifari di kelas umum foil putra. Kemudian tiga medali perak di kelas foil putra, eppe putra, dan sabre putra masing-masing diperoleh Marcelino Akbar Gumilang dan Mada Satrio Widodo (menyabet medali perak di dua kelas, Red).

Kemudian untuk tiga medali perunggu diperoleh Gabriel Vio Widi, Dwi Bagus Febrianto, dan Marcelino Akbar. Mereka memperoleh perunggu setelah berhasil menjadi juara ke-3 di kelas foil putra U-12, eppe putra U-16, dan eppe umum putra.

”Kita mengirimkan 11 atlet dalam event tersebut. Ada 7 kabupaten/kota dan perwakilan provinsi yang turun di ajang tersebut. Mulai dari Solo, Banyuwangi, Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, dan Jawa Tengah. Ini menjadi event pertama kita selama pandemi,” ujar Ketua IKASI Banyuwangi Agus Andriyono.

Selain menjadi pertandingan pertama selama pandemi, Agus mengatakan event ini menjadi ajang uji coba untuk melihat efektivitas atlet Banyuwangi. Karena selama pandemi, otomatis latihan tidak bisa digelar seleluasa hari-hari biasa.

Sebelum berangkat ke Surabaya, Agus menyiapkan atletnya dua kali dalam pemusatan latihan. Sampai akhirnya mereka siap diberangkatkan. Dia juga menambahkan bahwa pelaksanaan pertandingan sendiri diawasi secara ketat oleh Satgas Covid-19 Surabaya.

Karena itu dirinya pun berani melepaskan anak-anak asuhnya turun di kejuaraan tersebut. Ditambah lagi seluruh peralatan yang dibawa atlet juga diawasi kebersihannya. ”Kita bisa melakukan pemetaan setelah ini. Melihat mana atlet yang sudah siap dan belum diturunkan dalam pertandingan,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia