Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Pensiunan PNS Jadikan Iurannya Sebagai Penolong Sesama

28 Oktober 2020, 10: 01: 56 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Suyoso

Suyoso

Share this          

BANYUWANGI-Suyoso (68) adalah Seorang pensiunan PNS (Pegawai Negeri Sipil) asal Kabupaten Banyuwangi. Ia jadikan iuran JKN-KIS yang dipangkas dari gajinya untuk menolong sesama. Baginya, hal ini tidak pernah menjadi sebuah permasalahan, bahkan, bisa menjadi ladang amal bagi yang ikhlas.

“Saya iurannya kan dipotong dari gaji, tidak akan jadi masalah ko. Toh, iurannya kan bisa kita jadikan sebagai penolong sesama. Terus, kalau kita ikhlas, mudah-mudahan menjadi amal untuk kita,” ujar Suyoso.

Suyoso bercerita, jika ia pernah menggunakan fasilitas kesehatan pada tahun 2004. Saat itu masih dikelola oleh PT. ASKES (Persero) yang sekarang bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan sejak 2014. Ia mengalami ganguan di paru-parunya dan harus mendapatkan tindakan medis.  Ia bersyukur, akhirnya ia bisa sembuh dan sampai saat ini, ia belum pernah mendapatkan perawatan apapun lagi.

“Waktu saya masih berdinas sekitar tahun 2004, saya pernah menggunakan kartu ASKES (Asuransi Kesehatan) untuk pengobatan paru-paru saya. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan sejak saat itu, saya belum pernah menggunakannya lagi,” ungkapnya

Sehat adalah keinginan semua orang, begitupun dengan Suyoso yang berharap bisa terus dalam kondisi sehat, sehingga ia bisa menikmati masa pensiunnya dengan tenang. Selain itu, untuk iurannya sudah ia percayakan kepada BPJS Kesehatan sebagai pengelola program JKN-KIS.

“Sehat kan keinginanan semua orang, termasuk saya juga pengen sehat terus. Kalau saya sehat,  saya bisa menikmati masa pensiun saya. Untuk iuran, saya serahkan sepenuhnya kepada yang mengelola, agar nantinya bisa menolong kepada peserta yang lebih membutuhkan,” kata Suyoso.

Suyoso berharap, program JKN-KIS ini bisa menjadi hal yang terbaik untuk masyakarat. Sehingga, walaupun ia belum menggunakannya lagi, tetapi dengan melihat masyarakat lain menggunakan JKN-KIS, ia merasa ada kebahagiaan tersendiri karena sudah membayar iuran rutin setiap bulannya yang dipangkas dari gaji nya.

“Harapan saya, JKN-KIS ini bisa menjadi yang terbaik buat masyarakat. Soalnya, banyak sekali yang membutuhkan. Terus, saya memiliki kebanggakan tersendiri ketika melihat ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan, disitu saya merasa kalau saya sudah menolongnya dengan iuran dari gaji saya yang dipotong setiap bulannya,” tutupnya.

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia