Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

DKB dan PCNU Sepakat Kembangkan Kesenian

28 Oktober 2020, 04: 32: 41 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

TANCAP GAS: Ketua DKB Banyuwangi, Hasan Basri (kiri) menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua PCNU Banyuwangi, KH.Moh.Ali Makki (dua dari kiri) di Kantor PCNU Banyuwangi, kemarin (26/10)

TANCAP GAS: Ketua DKB Banyuwangi, Hasan Basri (kiri) menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua PCNU Banyuwangi, KH.Moh.Ali Makki (dua dari kiri) di Kantor PCNU Banyuwangi, kemarin (26/10) (DEDY JUMHARDIYANTO/ RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Jajaran Dewan Kesenian Blambangan (DKB) langsung tancap gas setelah resmi dilantik dan dikukuhkan Bupati Anas. DKB langsung road show dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, kemarin (26/10).

Road show silaturahmi pengurus DKB diawali dengan mendatangi Kantor PCNU Banyuwangi di jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 59, Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi. Rombongan DKB yang dipimpin Ketua DKB, Hasan Basri dan Dewan Pengarah Samsudin Adlawi diterima langsung oleh Ketua PCNU, KH.Moh.Ali Makki Zaini.

Setelah berdialog hampir setengah jam, Ketua DKB dan Ketua PCNU sama-sama sepakat  menjalin kerja sama. Sejumlah kerja sama yang sedang dibangun yakni kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan dan tradisi di Banyuwangi agar tumbuh dengan dinamis.

Selain itu, juga menjaga seni dan budaya di Banyuwangi tumbuh dan berkembang di atas landasan etika. Untuk melaksanakan hal tersebut DKB akan menggelar kegiatan pendampingan pelatihan kesenian di sekolah / madrasah di sekolah di bawah naungan lembaga pendidikan (LP) Ma’arif  NU.

“Kami juga sepakat menggelar penelitian dan pengembangan seni budaya di Banyuwangi melalui kegiatan seminar, workshop diklat dan kegiatan lainnya,” unjar  Hasan Basri.

Kehadiran pengurus harian DKB ke Kantor PCNU tersebut juga diapresiasi  Ketua PCNU Banyuwangi, KH.Moh.Ali Makki. Menurutnya, DKB harus lebih menyatu dengan para pelaku seni di Banyuwangi. Apalagi di masa pandemi virus korona, hampir sebagian besar pelaku seni kesulitan ekonomi akibat dampak akibat pandemi karena tidak bisa tanggapan atau nge job.

“ Kapan hari ada tukang gambuh jaranan berkeluh kesah ke PCNU, karena dampak pandemi ini mereka tidak bisa tanggapan. Ini harus kita carikan solusi bersama agar mereka ini bisa tetap bertahan dan eksis di tengah pandemi,” ujar lelaki akrab disapa Gus Makki ini.

Pengurus DKB saat ini, lanjut Gus Makki juga harus sering mendengarkan keluhan seniman dan budayawan. Tidak sebagai lembaga yang terlalu formal dan apatis dengan tidak mau menerima keluhan persoalan seniman. “Bahkan, jika perlu di kantor DKB juga diberikan tulisan menerima keluhan persoalan seni dan budaya,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Parijatah Kulon, Kecamatan Srono ini.

Selain itu, masih banyak hal bisa disinergikan antara DKB dan PCNU  sama-sama berbuat bagi masyarakat Banyuwangi. Misalnya menggelar konser atau pertunjukan seni budaya. DKB yang mengundang pelaku seni, dan PCNU mengundang pengusaha NU.

Dalam pertunjukan itu juga dilakukan donasi  hasilnya langsung diberikan atau disalurkan kepada pelaku seni terdampak virus korona akibat tak bisa tanggapan.” Kami siap, untuk teknisnya mari kita bicarakan lebih lanjut,” pungkas Gus Makki.

(bw/ddy/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia